Dokter menuturkan bahwa mengunyah es ini termasuk dalam istilah pica, yaitu masalah medis yang mana menggambarkan keinginan seseorang untuk mengonsumsi sesuatu yang tidak memiliki nila gizi.
Seperti dikutip dari Mayo Clinic, Rabu (23/6/2010) memiliki keinginan dan sering mengunyah es adalah gejala dari anemia defisiensi besi, meskipun belum diketahui dengan pasti hal apa yang melatar belakanginya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini disebabkan beberapa orang yang memiliki anemia defisiensi besi memiliki rasa sakit dan peradangan (glossitis) di lidah atau sakit pada mulut.
Peneliti yang sama juga menemukan bahwa es yang memiliki rasa akan jauh lebih baik dikonsumsi untuk orang yang memiliki kekurangan zat besi.
Hubungan antara mengunyah es dan anemia defisiensi besi ini cukup kuat, sehingga bagi seseorang yang memiliki kebiasaan ini direkomendasikan untuk menemui dokter dan melakukan tes darah.
Kalaupun tes darah yang dilakukan sudah menunjukkan kadar zat besi yang normal, sebaiknya kebiasaan mengunyah es ini harus dihentikan karena bisa menimbulkan konsekuensi negatif dalam bentuk cedera di gigi.
Selain itu mengunyah es yang terlalu banyak juga bisa memicu pembentukkan abses serta melemahkan struktur gigi yang bisa menyebabkan gigi patah atau retak.
(ver/ir)











































