Pria yang Hobi Belanja Berisiko Impoten

Pria yang Hobi Belanja Berisiko Impoten

- detikHealth
Rabu, 30 Jun 2010 11:13 WIB
Pria yang Hobi Belanja Berisiko Impoten
Jakarta - Shopping biasanya menjadi kegemaran perempuan meski kini banyak juga pria yang hobi belanja. Ilmuwan memperingatkan pada pria yang hobi belanja karena berisiko mengalami impoten. Kenapa bisa begitu?

Ini semua karena pria yang hobi belanja akan lebih sering terkena paparan senyawa kimia Bisphenol A (BPA). Mulai dari kertas bon dari kasir hingga produk kemasan makanan dan minuman.

Wanita juga terkena paparannya, tapi yang dibahas disini adalah paparan BPA dan dampaknya terhadap impotensi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BPA adalah bahan yang sangat beracun bagi tubuh yang bisa merusak otak, saraf dan menyebabkan beberapa penyakit seperti jantung dan kanker. Kini juga dampaknya mulai merembet pada impotensi pria.

Profesor Frank Sommer, spesialis urologi dari Berlin mengibaratkan pria dan hobi belanja adalah campuran yang beracun. Ini karena gerai-gerai ritel atau pusat perbelanjaan banyak ditemukan barang dengan kandungan senyawa kimia Bisphenol A (BPA) yang berbahaya.

Contohnya kertas bon dari kasir diduga mengandung BPA yang berbahaya karena bisa menekan hormon seks laki-laki. Kontak ini bisa terjadi ketika pria memegang kertas bon kemudian menyentuh mulut atau mengenai makanan. Walaupun kertas tersebut tidak berhubungan secara langsung dengan makanan, namun kontaminasi dapat terjadi melalui tangan.

BPA banyak terdapat pada alat-alat yang terbuat dari polikarbonat yaitu umumnya plastik. Tapi ternyata zat beracun itu juga terdapat di kertas bon, dan parahnya jumlahnya lebih besar daripada plastik, yaitu 60-100 miligram BPA bebas.

Kertas-kertas lain yang dicurigai mengandung BPA adalah kertas karbon. Untuk itu, peneliti menyarankan agar konsumen supermarket selalu mencuci tangannya sehabis berbelanja dan hindari memegang makanan langsung dari tangan.

"Dalam jangka panjang ini bisa menggeser keseimbangan hormon pria dan mengarah ke minat seksual yang rendah, membuat perut lebih maju dan memiliki efek buruk pada saat ereksi," kata Profesor Sommer seperti dilansir dari telegraph, Rabu (30/6/2010).

Beberapa barang seperti botol dan kaleng yang mengandung bahan kimia BPA diduga memicu kanker payudara, penyakit jantung, obesitas, hiperaktif, selain gangguan metabolisme dan kesuburan.

Kebanyakan produsen botol bayi juga telah berhenti menggunakan bahan ini. Tetapi banyak botol-botol produksi lama yang mengandung bahan kimia tersebut yang masih dijual.

(ir/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads