Selasa, 06 Jul 2010 09:53 WIB

Mengapa Harus Ada Menopause?

- detikHealth
London - Beberapa makhluk hidup ada yang mengalami menopause (reproduksi berhenti) tapi ada juga yang mampu bereproduksi hingga akhir hayat. Kenapa beberapa makhluk betina harus mengalami menopause?

Seperti pada beberapa spesies paus betina, menopause terjadi pada perempuan agar tersedia cukup waktu untuk mengasuh keturunan.

Dikutip dari Dailymail, Selasa (6/7/2010), para ahli di University of Exeter dan Cambridge University mengungkap hal itu dalam sebuah publikasi di Proceeding of the Royal Society B.

Diyakini, menopause merupakan hasil sebuah proses evolusi yang hanya dialami oleh spesies tertentu. Selain manusia, menopause hanya terjadi pada beberapa spesies paus bergigi seperti paus pembunuh (killer whales) dan paus pilot (pilot whales).

Dr Michael Cant dari University of Exeter mengatakan, ada kesamaan di antara manusia dengan beberapa spesies ikan paus tersebut. Kesamaan itu terdapat pada sistem sosial yang menempatkan perempuan dan paus betina dalam perannya sebagai pengasuh yang baik.

Seperti pada paus, manusia diyakini hidup dalam tatanan yang mengkondisikan perempuan muda untuk meninggalkan kelompoknya dan bergabung dengan pasangannya. Ketika itulah, perempuan memulai fungsi reproduksi dengan laki-laki yang tidak punya hubungan secara genetik.

Selanjutnya pada saat keturunannya mulai berkembang-biak, fungsi reproduksi akan berhenti. Ini akan memberi waktu beberapa dekade bagi seorang perempuan maupun paus betina, untuk membantu anaknya dalam mengasuh keturunan berikutnya.

Hal ini berbeda dengan spesies mamalia lain yang tidak mengenal menopause. Umumnya, pejantan adalah pihak yang akan meninggalkan kelompoknya untuk mencari pasangan sementara betina tetap tinggal di dalam kelompoknya.

Kecenderungan yang teramati pada spesies tersebut, betina cenderung untuk terus bereproduksi hingga akhir hayatnya daripada membantu anaknya mempersiapkan keturunan.

"Untuk pertama kalinya, kami berhasil mengungkap kemiripan di antara beberapa spesies yang mengalami menopause," ungkap Dr Rufus Johnstone, dari Cambridge University.

Para ahli yang terlibat dalam penelitian tersebut meyakini, sifat pengasuh bukan satu-satunya faktor yang terkait dengan menopause. Namun temuan ini dinilai cukup mampu menjelaskan mengapa tidak semua spesies mengalami menopause.



(up/ir)