Bom London yang terjadi pada 7 Juli 2005 adalah serangan teroris di beberapa stasiun kereta bawah tanah dan bus kota yang terjadi pada jam sibuk saat orang akan mulai kerja.
Ratusan orang terluka dan 56 orang tewas. Satu orang yang selamat dengan luka bakar yang parah adalah Davinia Turell yang saat kejadian ia tengah berada di stasiun kereta Edgware Road. Bola api dari ledakan di dalam kereta menghanguskan semua kulit di sisi kiri wajahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, Paul membawa Davinia ke Chelsea and Westminster Hospital. Rumah sakit ini merupakan satu-satunya di London yang menyediakan layanan spesialis luka bakar.
"Ketika itu saya menyadari bahwa saya terluka sangat serius, dan hidup saya pasti akan hancur. Saya berharap tim medis yang merawat saya bisa mengembalikan seperti sedia kala," kenang Davinia seperti dikutip dari BBCNews, Kamis (8/7/2010).
Setelah 5 tahun berselang, harapan itu akhirnya terkabul. Perawatan intensif dari tim dokter berhasil menyembuhkan luka bakar yang dideritanya, sekaligus memperbaiki wajah barunya. Namun tidak dirinci bagaimana perawatan yang dilakukan.
Davina sukses melakukan pemulihan fisik dengan beberapa kali pengobatan. Kini sebagai ungkapan terima kasih, Davinia aktif menggalang dana untuk korban luka bakar lainnya. Dana yang terhimpun rencananya akan digunakan untuk menyelenggarakan program skrining psikologis bagi para korban luka bakar.
(up/ir)










































