Pengobatan herbal atau timur biasanya jarang yang memiliki evidence base (berdasarkan uji studi termasuk dalam uji klinis dan juga statistik). Sehingga kemungkinan keberhasilannya sulit untuk diprediksi.
"Kedokteran barat dan kedokteran timur tidak bisa ketemu, karena kedokteran barat selalu menggunakan prinsip evidence base," ujar dr Andhika, seorang onkologis medik dari RSCM dalam bincang-bincang KBR68H di Aula Departemen Radioterapi lt. 3 RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, Selasa (13/7/2010).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena ada pasien yang mengonsumsi buah mahkota dewa secara berlebihan, justru memperburuk kondisinya. Jadi seyogyanya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter, agar tidak berlebihan dalam mengonsumsi dan tidak memperburuk kondisinya," ungkapnya.
Keberhasilan dari pengobatan kaker memang sangat tergantung pada stadiumnya. Jika diobati saat masih stadium 1 dan 2, maka keberhasilannya bisa mencapai 80-90 persen. Tapi jika sudah mencapai stadium 3 dan 4, maka kebalikannya. Tingkat keberhasilan disini adalah keberhasilan untuk menjalani kehidupan yang baik selama 5-10 tahun mendatang.
"Pengobatan herbal mungkin saja baik, tapi tetap dibutuhkan uji klinis lebih lanjut untuk memberikan bukti-bukti mengenai hasil dari pengobatan tersebut," ujar Prof DR dr Soehartati, SpRad(K)OnkRad dari RSCM.
Pengobatan kanker itu memang tidak mudah, semakin bagus obat yang digunakan terkadang efek sampingnya juga semakin tinggi. Tapi seiring bertambahnya pengetahuan dibidang kedokteran, maka sudah ada obat antimuntah dan antibiotik yang bisa bekerja dengan lebih baik.
Selain itu semangat dari pasien untuk melawan penyakit kankernya juga mempengaruhi keberhasilan dari pengobatan. Karena pasien yang tidak memiliki semangat, bisa saja pengobatan yang diberikan tidak akan berhasil optimal.
(ver/ir)










































