PMI makin mendekati masyarakat dengan membuka Unit Donor Darah (UDD) karena persediaan darah yang dimiliki PMI saat ini masih jauh dari ideal.
Dengan makin mudahnya mencari tempat donor darah diharapkan stok darah untuk kebutuhan nasional yang selama ini selalu kurang bisa tertangani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dulu PMI hanya menunggu donor, kali ini ingin mendekati masyarakat. Antara lain dengan membuka unit donor darah di kampus dan pusat-pusat perbelanjaan," kata Ketua Umum PMI Jusuf Kalla saat meresmikannya di Tanah Abang, Jakarta, Jumat (16/7/2010).
Unit yang dibuka di Tanah Abang ini terbilang cukup mewah, karena dilengkapi ruang pemeriksaan yang cukup nyaman. Jusuf Kalla mengatakan, UDD permanen di Tanah Abang ini adalah yang paling besar dan paling bagus dari yang pernah ada.
Dalam waktu dekat, PMI juga akan membuka UDD permanen di Universitas Trisakti Jakarta, Universitas Hassanudin Makassar, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan Universitas Jember. Sedangkan mal yang juga akan dilengkapi UDD adalah Mal Makassar dan Olympic Garden Malang.
Keberadaan UDD di kampus dan pusat perbelanjaan tentunya akan memudahkan PMI dalam memenuhi kebutuhan stok darah. Tempat-tempat semacam itu banyak dikunjungi masyarakat, sehingga mudah diakses apabila ada yang berminat untuk menjadi donor.
Dikatakan oleh Jusuf Kalla, kebutuhan stok darah secara nasional idealnya adalah 2 persen dari jumlah penduduk yaitu 4,5 juta kantong darah. Karena baru bisa mengumpulkan 1,9 juta, PMI masih membutuhkan sekitar 3 juta kantong.
Dalam peresmian tersebut, PMI juga menggelar aksi donor darah di Food Court Lantai 8 Pusat Grosir Tanah Abang. Hingga pukul 12.00 WIB, telah tercatat 304 pendaftar dari target 600 donor pada hari itu. Namun yang bisa mendonorkan darahnya baru ada sekitara 43 orang. (up/ir)











































