Stetoskop adalah alat medis yang digunakan untuk mendengarkan berbagai suara dari dalam tubuh. Jika didengarkan di jantung alat ciptaan Rene Theophile Hyacinthe Laennec pada tahun 1816 berbunyi seperti dug, dug, dug.
Tapi jauh sebelum muncul stetoskop, dokter akan menempelkan telinganya langsung ke dada pasien untuk mendengarkan detak jantung. Praktik ini sangat tidak nyaman bagi pasien dan dokter, terutama jika pasiennya adalah perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alat ini melibatkan dua bagian yaitu bel dan diafragma. Ketika bel ditempatkan pada kulit, maka bunyi dari gelombang tekanan akan bergema di dalam tabung dan menuju ke telinga.
Telinga dokter akan menerjemahkan getaran tersebut sebagai suara. Namun gelombang yang ditangkap hanyalah yang berfrekuensi kecil.
Sementara diafragma mengambil suara yang berfrekuensi lebih tinggi. Diafragma memiliki piringan plastik keras di dalamnya dan ketika dokter meletakkan stetoskop pada jantung, paru-paru atau perut, suara di dalam tubuh akan menggetarkan piringan plastik tersebut dan gelombang tekanan akustik tercipta. Selanjutnya gelombang ini akan bergema di dalam tabung dan terdengar di telinga.
Seperti dikutip dari Livestrong, Senin (19/7/2010) ada beberapa kegunaan dari pemakaian stetoskop ini, yaitu:
Untuk mendengarkan detak jantung
Berbagai bunyi jantung yang berbeda bisa terdengar jika stetoskop diletakkan pada dada. Suara-suara dari atrium dan bilik jantung yang saling berkontraksi, serta respons dari katup jantung bisa didengar. Selain itu detak jantung atau kerja katup jantung yang abnormal juga bisa didengar melalui stetoskop.
Mengetahui kerja dari paru-paru
Ketika stetoskop diletakkan pada dada atau bagian belakang tubuh, maka suara paru-paru juga akan terdengar. Saat pasien menarik napas dalam-dalam, kemungkinan dapat mendengar udara yang masuk saat paru-paru mengembang. Ketidaknormalan paru-paru juga bisa diketahui, seperti adanya cairan di dalam paru-paru atau bagian paru-paru yang terhambat sehingga terdengar suara mengi.
Mendengarkan suara usus
Saat stetoskop ditempatkan di perut, maka akan terdengar suara makanan dan cairan yang bergerak di dalam perut dan masuk ke dalam usus. Dalam keadaan normal, suara usus akan terdengar lemah setiap 5-10 detik. Tapi suara usus ini bisa lebih sering atau jarang frekuensinya, tergantung dari kondisi pasien.
Mengukur tekanan darah
Stetoskop dapat digunakan jika menggunakan alat ukur tekanan darah konvensional yang menggunakan air raksa. Untuk mengukur tekanan darah dengan stetoskop, manset diletakkan sekitar 1 inci (2,54 cm) di atas siku. Manset akan mengembang dan stetoskop yang digunakan berguna untuk mendengarkan denyut nadi.
(ver/ir)










































