Itulah repotnya yang dialami penderita Exercise-Induced Anaphylaxis (EIA). Penyakit langka ini bisa membuat penderitanya terbunuh jika ia mengalami peningkatan denyut jantung karena peningkatan denyut jantung akan menimbulkan reaksi alergi fatal.
Jika denyut jantung penderita EIA naik, maka alergi yang muncul berupa saluran udara menjadi tertutup dan sangat sulit bernapas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidup menjadi sangat datar bagi penderita EIA seperti yang dialami Ruth Holroyd (37 tahun) yang tidak bisa ekspresif dan bersikap spontan karena harus terus-terusan bersikap super hati-hati menjaga denyut jantungnya.
"Ketika saya mendapatkan serangan, kondisinya sangat menakutkan. Saya merasakan saluran udara saya menjadi tertutup dan sangat sulit bagi saya untuk tidak boleh menjadi panik. Reaksi alergi ini telah mengambil seluruh hidup saya, jadi saya tidak bisa memutuskan untuk lari atau berenang sesuka hati saya," ungkapnya, seperti dikutip dari Dailymail, Senin (2/8/2010).
Kondisi ini tentu saja sangat menyiksa bagi Ruth, karena sebelum terserang EIA ia adalah seorang yang aktif dan reaksi alergi ini baru muncul setelah ia berusia di atas 30 tahun.
Sebelumnya Ruth memang punya riwayat menderita asma dan juga berbagai alergi, tapi ia tidak pernah mendapatkan serangan alergi langka ini.
Serangan analfilatik ini baru dirasakannya sekitar tiga tahun lalu, saat ia sedang berjalan-jalan tiba-tiba mulai merasakan serak dan lama kelamaan ia harus bernapas dengan terengah-engah dan mulutnya bergetar.
"Ketika saya pulang dan melihat cermin, saya hampir tidak mengenali diri saya sendiri karena wajah saya memerah dan timbul ruam yang besar-besar. Saya berusaha untuk menelepon ambulance tapi tidak bisa karena lidah saya membengkak dan tidak dapat berbicara," ujarnya.
Ruth mengungkapkan bahwa dirinya sudah dua kali mendapatkan serangan seperti itu, karenanya ia harus berhati-hati dalam melakukan segala hal agar denyut jantungnya tidak meningkat yang dapat berakibat fatal bagi dirinya.
Salah satu gejala dari serangan EIA ini adalah saluran udara yang mulai menutup sehingga seseorang tidak bisa bernapas. Untuk mengatasinya dibutuhkan sebuah suntikan adrenalin dalam waktu beberapa menit, suntikan ini bisa mengurangi pembengkakan dan juga memungkinkannya untuk bernapas lebih lega.
"EIA adalah suatu kondisi yang sangat langka dan bisa berakibat fatal jika seseorang tidak tahu bagaimana mengelolanya dengan benar. Hingga kini penyebabnya belum dapat diketahui dengan pasti," ujar Lindsey McManus, dari badan amal Allergy UK.
(ver/ir)










































