"Orang yang normal mungkin saja melakukan bunuh diri. Penyebabnya, satu ingin mencari perhatian, kedua karena penasaran atau coba-coba," kata psikolog Levianti M.Si, Psi ketika dihubungi detikHealth Selasa, (3/8/2010).
Levianti mencontohkan, seorang siswa kelas 1 SMP swasta di Jakarta Barat mencoba bunuh diri dengan naik ke atap gedung sekolah paling atas. Beruntungnya, usaha bunuh diri tersebut berhasil digagalkan. Setelah dicari tahu alasan perbuatannya, siswa tersebut mengaku ingin mencari perhatian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenapa ide bunuh diri itu bisa muncul pada orang normal?
Menurut dosen Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul, Jakarta tersebut, setiap orang memiliki pikiran negatif yang kadang muncul sewaktu-waktu. Namun, biasanya pikiran negatif itu hanya melintas begitu saja, tidak dihiraukan.
Pada kasus ini, pikiran negatif yang berupa ide bunuh diri mungkin melintas dan menjadi perhatian si orang tersebut. Sehingga, upaya bunuh diri timbul seketika.
Levianti juga mengatakan kasus bunuh diri banyak terjadi pada usia remaja. Remaja adalah usia yang rentan dalam terjadinya upaya bunuh diri, karena pada usia ini banyak terjadi perubahan.
"Kasus bunuh diri itu mulai banyak terjadi pada masa remaja. Karena banyak perubahan yang terjadi pada masa itu, seperti perubahan hormonal, tugas-tugas perkembangan, dan sebagainya. Tuntutan untuk mengalami perubahan itu besar, sehingga kemungkinan bunuh diri juga besar apabila tidak terselesaikan," tutur Levianti.
Seseorang melakukan bunuh diri karena ada masalah. Namun, orang yang terlihat biasa-biasa saja atau tidak menunjukkan tanda-tanda depresi belum tentu tidak memiliki masalah. Karena setiap orang pasti memiliki masalah yang kadar kesulitannya berbeda-beda.
Masalah itu muncul apabila ada tujuan yang tidak tercapai. Masalah yang muncul membuat seseorang frustasi apabila tidak dapat diselesaikannya. Frustasi yang berupa depresi berkepanjangan dapat mengarahkan seseorang pada pemikiran atau upaya bunuh diri.
Contoh lainnya kata Levianti, seorang mahasiswi fakultas Psikologi di salah satu universitas swasta di Jakarta mengambil topik skripsi tentang bunuh diri.
Mahasiswi tersebut baru 1 kali melakukan pertemuan dengan dosen pembimbingnya, lalu menghilang dan tak ada kabar untuk pertemuan selanjutnya.
Ternyata, mahasiswi tersebut menghilang karena melakukan bunuh diri. Dalam kasus bunuh diri tersebut, yang bersangkutan diduga sebelumnya sudah memiliki keinginan untuk bunuh diri.
(ir/ir)











































