Penyakit TBC menjangkiti beberapa gajah yang dipelihara oleh kuil-kuil Hindu di India. Khawatir menularkan penyakit itu ke para turis dan peziarah, gajah-gajah dilarang 'memberkati' kepala pengunjung dengan belalainya.
Gajah-gajah yang dikeramatkan itu memang tidak terlalu banyak jumlahnya, hanya sekitar 50 ekor di seluruh India. Namun dalam sehari, tak kurang dari 500 pengunjung baik turis maupun peziarah datang untuk bersentuhan langsung dengan sang gajah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Telegraph, Kamis (5/8/2010), kekhawatiran muncul setelah 4 ekor gajah tewas dalam beberapa tahun terakhir. Keempatnya terjangkit tuberculosis (TBC), yang diduga ditularkan oleh turis mancanegara.
Ancaman penularan semakin menjadi perhatian, setelah badan konservasi satwa di negara tersebut menemukan bahwa gajah-gajah itu dipelihara dalam kondisi di bawah standar. Hal ini diduga menyebabkan daya tahan para gajah menurun sehingga mudah terinfeksi.
"Pedoman perawatan gajah yang baik masih berada di area abu-abu, sehingga para pawang dan pemilik kurang mempedulikannya," ungkap Dr VN Singh, pejabat konservasi hutan dan satwa di India.
Singh lalu memerintahkan pewakilannya di seluruh India untuk memeriksa kondisi gajah di kuil-kuil. Dari situ terungkap, beberapa di antara gajah-gajah itu positif mengidap TBC dan berbagai penyakit menular lainnya.
Diagnosis dilakukan oleh para petugas melalui pengujian lendir di laboratorium. Namun dikutip dari elephant.se, gejala TBC pada gajah juga bisa dikenali dari tanda-tanda sebagai berikut:
- Penurunan berat badan secara kronis
- Nafsu makan menurun
- Penyumbatan saluran napas
- Cepat lelah
- Batuk produktif (berlendir)
- Minum lebih banyak tapi sering buang air kecil.
(up/ir)











































