Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan di University of Hull. Penelitian tersebut sekaligus menjelaskan bagaimana 2 orang bisa punya ingatan yang berbeda, tentang sebuah percakapan atau peristiwa yang dialami bersama.
Dikutip dari Telegraph, Kamis (5/8/2010), tim peneliti yang terdiri dari para psikolog melibatkan 1.600 siswa sekolah menengah dalam penelitian tersebut. Sebagian besar mengaku pernah mengalami ingatan palsu, yang ternyata tidak pernah terjadi sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut peneliti, hal semacam ini dialami oleh 20 persen orang dewasa. Sebagian besar ingatan palsu semacam itu merupakan peristiwa-peristiwa yang diperkirakan terjadi sekitar usia 8 tahun, saat seseorang banyak berimajinasi.
"Kenangan autobiografis semacam itu memberikan identitas dan cukup berguna dalam bernegosiasi dengan kesulitan hidup yang dihadapi," ungkap Giuliana Mazzoni, salah satu pakar yang terlibat dalam penelitian tersebut.
Sayangnya, tidak semua kenangan indah itu nyata. Menurut Giuliana, kenangan itu akan selamanya menjadi bagian dari diri seseorang selama tidak ada upaya maupun sanggahan pihak lain yang mendorong adanya semacam pembuktian.
Terkait fenomena tersebut, sebuah eksperimen terkenal pernah dilakukan di University of Washington. Ketika itu para ahli berhasil menanamkan ingatan palsu ke dalam benak seseorang dengan mempertontonkan sebuah iklan Disneyland yang menampilkan karakter Bugs Bunny.
Beberapa pekan kemudian, para relawan diminta untuk menceritakan berbagai pengalaman di masa kecil. Sepertiga di antaranya mengaku pernah foto bersama Bugs Bunny di Disneyland, padahal tokoh tersebut adalah milik Warner Brothers (pesaing Disney) yang tentu saja tidak pernah ada di Disneyland.
(up/ir)










































