Jumat, 06 Agu 2010 17:13 WIB

BPOM: Produk 'E-Health Cigarette' Bukan Rokok Sehat

- detikHealth
Jakarta - Salah satu pengedar rokok elektrik yang ditemukan adalah 'Rokok Elektrik Surabaya'. Rokok elektrik yang dijual dengan merek 'E-Health Cigarette' ini mengklaim bahwa produk ini merupakan rokok sehat yang telah bersertifikasi internasional dan nasional, padahal produk ini sama sekali tidak sehat.

"Jangan tertipu dengan merek 'Health' yang tertera dibungkusnya, karena ternyata produk yang digambarkan health ini tidak sehat," ujar Dr Danardi Sosrosumihardjo, Sp.KJ (K), Direktur Pengawasan NAPZA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dalam acara temu media di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (6/8/2010).

Dalam selebaran 'Rokok Elektrik Surabaya' dituliskan bahwa produk ini telah bersertifikasi internasional dan nasional. Tetapi secara tegas Dr Danardi menyatakan bahwa produk ini adalah ilegal, sehingga tidak bisa dijamin apakah sehat ataupun tidak.

"Sampai sekarang belum ada negara yang mengesahkan bahwa ini adalah produk yang resmi dan boleh beredar. Di beberapa negara termasuk Indonesia peredarannya masih ilegal," jelas Dr Danardi.

'E-Health Cigarette' mengklaim bahwa produknya adalah rokok kesehatan yang bisa menjadi terobosan baru bagi orang yang ingin merokok tapi tetap sehat dan bergaya trendi.

Produk ini juga mengklaim banyak keuntungan yang diperoleh dari 'E-Health Cigarette', yaitu:
  1. Simpel dan moderen
  2. Ramah lingkungan
  3. Tidak berbau dan tidak berpuntung
  4. Tidak menyababkan dada terasa panas
  5. Tidak bikin bau mulut dan gigi kuning
  6. Tidak berbahaya bagi orang di sekitar yang tidak merokok
  7. Tidak mengandung tar, zat kimia, seperti tembakau pada umumnya
  8. Terbuat dari 90 persen propylene glycol. 0,1 mg nikotin. 9 persen air destilasi
  9. Bisa dipakai di segala ruangan (ruang AC, pesawat, mobil, toko, kapal, dll)
  10. Menghemat uang Anda sampai dengan 60 persen setiap harinya
  11. Baterei dapat di isi ulang (re-chargeable)
  12. Bisa dipakai 1-3 tahun

Selain itu, 'E-Health Cigarette' juga menawarkan beberapa varian rasa, antara lain rasa Djisamsoe, Marlboro, kopi, Sampoerna mild, camel, mentol, Djarum, Gudang garam, cokelat dan buah-buahan.

Tapi Dr Danardi menyatakan dengan tegas bahwa jangan mudah termakan rayuan tersebut. Karena beberapa penelitian telah menemukan adanya banyak racun yang terkandung dalam produk tersebut.

Penelitian Dr Andreas Flouris dari FAME Laboratory Institute of Human Performance and Rehabilitation Center for Research and Technology, Yunani, dtemukan hasil sebagai berikut:
  1. Propilen glikol, yang berpotensi menyebabkan keracunan
  2. N-nitrosamine khusus tembakau, yang merupakan karsinogen kuat (penyebab kanker)
  3. Hidrokarbon polisiklik, racun yang bersifat non-karsinogen
  4. Dietilen glikol yang sangat beracun dengan kadar 1 persen

Bagaimanapun juga rokok atau rokok elektrik tetaplah musuh bagi kesehatan tubuh Anda. Dan jangan mudah tertipu dengan produk rokok yang menyatakan produknya sehat.

(mer/ir)
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya