Dilansir dari NYTimes, Jumat (20/8/2010), Dr David Dodick dari Mayo Clinic menjelaskan bahwa memang ada kondisi yang dikenal sebagai migrain perut. Kondisi ini biasanya sering terjadi pada masa kanak-kanak, tetapi bisa juga terjadi pada remaja dan orang dewasa.
Pasien biasanya akan mengeluhkan serangan nyeri perut berulang, baik serangan perut sedang maupun serangan berat selama tiga hari. Rasa sakit, layaknya migrain di kepala, dapat dikaitkan dengan hilangnya nafsu makan, mual dan muntah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada juga kondisi yang disebut dengan muntah siklik dan sering terjadi pada anak-anak. Dr Dodick mengatakan bahwa kondisi ini juga setara dengan migrain perut.
Kesetaraan ini dilihat dari gejala migran yang berhubungan, tetapi tidak disertai dengan sakit di kepala, sehingga bisa disebut dengan migrain perut.
Pasien muntah siklik biasanya mengalami nyeri berulang dan sering muntah. Nyeri bisa dirasakan empat kali dalam sejam dan muntah dapat berlangsung selama satu jam hingga lima hari.
Dr Dodick menjelaskan bahwa kedua gangguan ini adalah diagnosis dari pengecualian. Artinya, penyebab migrain harus secara sistematis diatasi dengan cara evaluasi yang lengkap oleh dokter ahli pencernaan dan ahli migrain, sebelum dapat membuat diagnosis migrain.
(mer/up)











































