Sebuah penelitian terbaru di University of California, Los Angeles (UCLA) mengungkap adanya variasi genetik yang dapat mempengaruhi aktivitas fisik seseorang. Variasi tersebut membuat beberapa orang sangat terobsesi untuk berolahraga, sementara sebagian lainnya lebih suka menghabiskan waktunya untuk duduk santai sepanjang hari.
Dikutip dari Telegraph, Minggu (5/9/2010), variasi tersebut juga teramati ketika peneliti membandingkan intensitas gerakan fisik pada hasil penangkaran sekelompok tikus. Tikus yang aktif secara fisik ternyata lebih banyak dihasilkan dari induk yang secara naluriah cenderung lebih banyak bergerak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prof Garland menambahkan, temuan ini bisa menjadi acuan baru dalam menentukan target pencegahan risiko obesitas. Dengan membidik gen malas, ahli farmasi sangat dimungkinkan untuk mengembangkan obat yang bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman jika duduk terlalu lama.
Dalam penelitian terdahulu, pada ahli dari Medical Research Council di Cambridge mengungkap bahwa pengaruh gen gemuk bisa ditekan seminimal mungkin. Meski secara genetik punya bakat untuk mengalami obesitas, seseorang masih bisa menurunkan berat badan hingga 40 persen dengan olahraga secara teratur.
Pencapaian tersebut tidak selalu harus melalui olahraga berat seperti lari marathon. Bahkan dengan sekedar berjalan kaki atau berkebun setiap hari, seseorang sudah bisa menekan risiko kegemukan yang erat kaitannya dengan berbagai masalah kesehatan mulai dari diabetes hingga masalah jantung dan pembuluh darah.
(up/ir)










































