Menurut American Optometric Association (AOA), 1 di antara 3 orang punya masalah penglihatan yang membuatnya tidak bisa menikmati efek 3 dimensi (3D) dalam film-film tersebut. Gejalanya antara lain pusing dan mual saat mengenakan kacamata khusus yang disediakan.
Gangguan semacam itu tidak hanya dialami penggemar film 3D, tetapi juga sebagian besar warga Amerika lainnya. AOA mencatat 56 persen warga berusia 18 hingga 38 tahun punya masalah dalam mensinergikan penglihatan pada kedua mata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orang-orang yang memiliki gangguan dalam menggabungkan bayangan di kedua mata umumnya akan mengalami gejala khas saat menonton film 3D. Seperti yang terungkap dalam sebuah survei, gejala-gejala itu meliputi nyeri di kepala, pandangan kabur serta pusing dan mual-mual.
Jenis gangguan yang menyebabkan gejala semacam itu antara lain sebagai berikut:
- Amblyopia atau mata malas, yang terjadi ketika kemampuan melihat pada kedua mata tidak seimbang. Kemampuan salah satu mata tidak sebaik pada mata yang lain.
- Strabismus atau mata juling, yakni saat gerakan mata tidak bisa sinkron atau seirama.
- Convergence insufficiency atau ketidakmampuan mata memusatkan pandangan ke satu titik pada jarak tertentu.
(up/ir)










































