Ketika menempel di karpet, pakaian atau bangku taman, permen karet yang diberi nama Rev7 ini bisa dibersihkan cukup dengan air saja. Bahkan dalam 24 jam ia akan terurai dengan sendirinya dan terdegradasi secara alami menjadi serbuk dalam 6 bulan berikutnya.
Berbeda dengan permen karet biasa yang berbahan lateks sintetis, Rev7 dibuat dari bahan polimer khusus sehingga tidak lengket. Selain itu, polimer tersebut juga mudah rusah oleh perubahan cuaca sehingga bisa terurai sempurna di alam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Motivasi kami merancang Rev7 adalah banyaknya sisa permen karet yang dibuang sembarangan di jalan," ungkap Prof Terry Cosgrove, yang mengawali risetnya tentang permen karet antilengket sekitar 3 tahun yang lalu.
Dikutip dari Telegraph, Rabu (6/10/10), permen karet telah menjadi masalah lingkungan hidup di berbagai negara. Dalam setahun, 300.000 ton permen karet terjual di Amerika dan menghasilkan 120.000 ton limbah permen karet yang mengotori lingkungan.
Negara lain bahkan ada yang lebih tegas dengan melarang konsumsi permen karet. Singapura misalnya, ada larangan menyelundupkan permen karet dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara dan denda sekitar Rp 68 juta. (up/ir)











































