ADVERTISEMENT

Senin, 11 Okt 2010 07:37 WIB

Mumi Kuno Asal Peru Sudah Mengenal Akupunktur

- detikHealth
Graz, Austria - Selama ini banyak orang meyakini akupunktur berasal dari China. Namun penemuan mumi bertato di Peru mengungkap bahwa wilayah itu juga telah mengenal akupunktur sejak kurang lebih 1.000 tahun yang lalu.

Mumi berusia 1.000 tahun yang ditemukan pada tahun 1990 di gurun Chiribaya Alta, Peru selatan itu memiliki 2 tato di tubuhnya. Salah satunya di leher, yang cukup misterius karena berwujud beberapa lingkaran dengan pola yang tidak simetris.

Dilihat dari wujudnya yang demikian, para peneliti meragukan dugaan bahwa tato itu dibuat sebagai hiasan kulit. Di masa tersebut, tato yang sifatnya dekoratif umumnya berupa gambar binatang misalnya burung atau kera.

Maria Anna Pabst, peneliti dari Medical University of Graz di Austria lantas melakukan analisis mikroskopis dan spektroskopis untuk mengungkap rahasia di balik tato tersebut. Ternyata, pada tato tersebut ditemukan bekas abu dan jelaga.

Dikutip dari USAToday, Senin (11/10/2010), temuan ini mengindikasikan bahwa tato itu dibuat dengan material tumbuh-tumbuhan yang dibakar. Kuat dugaan, tato tersebut merupakan bekas praktik penyembuhan yang mirip dengan akupunktur.

"Bentuk asimetris menunjukkan bahwa material yang digunakan berbeda-beda. Jika ada berbagai macam, masing-masing pasti punya tujuan yang berbeda," ungkap Pabst.

Terlebih, lingkaran-lingkaran tato itu letaknya cukup berdekatan bila dibandingkan dengan titik-titik meridian pada akupunktur modern yang berasal dari China. Hal ini menguatkan dugaan bahwa saat itu akupunktur sudah dikenal sebagai praktik penyembuhan.
(up/ir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT