Orang-orang yang tidak berbakat menjadi pecandu alkohol ternyata memiliki gen yang disebut CYP2E1. Tidak semua orang memiliki gen tersebut, diperkirakan hanya 10 hingga 20 persen dari populasi manusia.
Gen tersebut menghasilkan enzim tertentu yang mempercepat metabolisme alkohol sehingga efek yang dihasilkan lebih kuat. Akibatnya pemilik gen ini mudah sekali mabuk meski baru minum beberapa teguk minuman beralkohol.
Kirk Wilhelmsen, peneliti dari University of North Carolina berhasil mengidentifikasi gen itu saat mengamati 348 pasangan kembar. Seluruhnya adalah mahasiswa yang umumnya tidak punya pengalaman minum alkohol.
Dikutip dari LiveScience, Rabu (20/10/2010), para partisipan diminta untuk minum alkohol 3 gelas sehari dalam kurun waktu tertentu. Peneliti mengukur kadar alkohol dalam napasnya dan menanyakan efek apa saja yang dirasakan oleh para partisipan.
Wilhelmsen lantas membandingkan DNA para partisipan dan menemukan perbedaannya. Partisipan yang selalu mabuk setelah minum ternyata berbeda secara genetis dibanding mahasiswa lainnya, namun hal itu justru membuatnya tidak mudah kecanduan.
Belum diketahui pasti mengapa sensitivitas tinggi terhadap alkohol dapat mengurangi risiko kecanduan. Namun diduga, peminum yang mudah mabuk justru merasakan efek tidak nyaman dan cenderung membiasakan diri minum dalam porsi sedikit sehingga tidak gampang kecanduan.
(up/ir)










































