Sabtu, 06 Nov 2010 12:35 WIB

Rumah Sakit Sayang Rakyat, Gratis Tapi Tak Asal-asalan

- detikHealth
Makassar - Selama ini pengobatan gratis identik dengan pelayanan asal-asalan. Tapi di RSU Sayang Rakyat memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat Makassar dengan pelayanan standar tanpa ada perbedaan kelas rawat.

RSU Sayang Rakyat yang terletak di Jalan Pahlawan No. 1000 Bulurokeng Biringkaraya Makassar ini awalnya adalah sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB). Tapi bangunan tersebut kini direnovasi untuk dibangun rumah sakit dengan luas hampir 5,64 hektar.

"Rumah sakit ini rujukan untuk kelas 3. Jadi siapapun yang butuh kesehatan baik dia miskin atau tidak miskin bisa datang ke sini dengan pelayan kelas 3 tanpa ada perbedaan kelas," ujar dr Andi Khasma Padjalangi MKes, selaku direktur RSU Sayang Rakyat dalam acara media tour 2010 kementerian kesehatan di RSU Sayang Rakyat, Makassar, Sabtu (6/11/2010).

Khasma menuturkan rumah sakit ini ingin mengubah citra pada masyarakat bahwa kalau pengobatan gratis itu tidak selalu asal-asalan tapi tetap memberikan pelayanan yang standar.

Hal ini diamini oleh salah satu pasien bernama Harbiah (30 tahun) yang tinggal di Paranglowe, Makassar. Ia baru saja melahirkan seorang anak perempuan Jumat malam (5/11/2010). Ia menuturkan selama di rumah sakit ini termasuk melakukan USG sebanyak 4 kali tanpa dipungut biaya apapun, ia hanya memberikan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga.

"Rumah sakit ini sejak 15 Maret 2010 sudah menerima rawat jalan, sedangkan untuk rawat inap mulai 1 Juli 2010 tapi belum melayani operasi. Saat ini pembangunannya sudah mencapai 45 persen," jelas dr Khasma.

Pembangunan rumah sakit ini terbagi menjadi 3 tahap, tahap pertama untuk 200 tempat tidur, tahap kedua untuk 500 tempat tidur dan tahap ketiga untuk 1000 tempat tidur. Untuk saat ini sedang mengerjakan tahap dua dan melengkapi peralatan operasi.

"Saat ini sudah ada 22 dokter yang terdiri dari dokter umum dan spesialis, serta ada 10 poli spesialis. Kita juga bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin," ujar dr Khasma.

dr Khasma menambahkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis, seseorang harus ada indikasi mengenai penyakit tertentu atau berdasarkan rujukan. Saat ini keluhan yang paling banyak adalah sekitar kecelakaan dan juga penyakit infeksi.

Diperkirakan rumah sakit ini bisa beroperasi secara maksimal di awal tahun 2011. Sedangkan untuk akses mencapai rumah sakit ini nantinya akan disediakan shuttle bus yang lewat setiap 30 menit sekali agar masyarakat tidak perlu menggunakan ojek.

(ver/ir)