Semakin Lebar Tertawa Semakin Banyak yang Ikut Terbahak

Semakin Lebar Tertawa Semakin Banyak yang Ikut Terbahak

- detikHealth
Jumat, 19 Nov 2010 07:43 WIB
Semakin Lebar Tertawa Semakin Banyak yang Ikut Terbahak
Jakarta - Seseorang yang sedang tertawa bisa menularkan kebahagiaannya sehingga orang-orang di sekitarnya ikut tertawa. Apalagi jika dilakukan dengan mulut terbuka, sebab semakin lebar maka semakin mudah baginya untuk membuat orang lain ikut terbahak.

Mulut yang terbuka lebar saat tertawa akan menghasilkan suara tawa dengan vokal dan getaran yang lebih kuat, misalnya "Ha.. ha.. ha..". Vokal seperti ini tidak muncul ketika orang tertawa dengan mulut hanya terbuka setengah atau bahkan tertutup sama sekali.

Dua orang peneliti tawa, Michael Orwen dari Georgia State University dan Tobias Riede dari University of Utah mencoba membandingkan efek dari 2 jenis tawa tersebut. Orwen dan Riede melibatkan 28 orang mahasiswa dan menggunakan 48 rekaman berbagai jenis suara orang tertawa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semakin kuat getaran dan vokal dalam suara tawa yang diperdengarkan, semakin banyak mahasiswa yang merasa lebih rileks atau bahkan ikut tertawa. Sementara suara tawa yang dihasilkan dengan mulut tertutup seperti orang mendengus dari hidung paling sedikit mendapatkan respons.

Para peneliti menduga, perbedaan efek ini dipicu oleh kemampuan manusia untuk membayangkan hal-hal lucu dan menyenangkan berdasarkan suara tawa yang didengarnya. Kemampuan yang disebut dengan gairah untuk tertawa ini jugalah yang menyebabkan tawa bisa menular.

Gelak tawa dengan mulut terbuka lebar umumnya dipicu oleh hal-hal sangat lucu, sehingga yang mendengarkannya juga akan memikirkan hal yang kurang lebih sama lucunya. Sebaliknya pemicu tawa dengan mulut tertutup umumnya tidak lucu, kadang hanya berupa sindiran-sindiran yang agak menggelitik.

"Penting untuk dicatat bahwa seperti apapun bunyinya, tertawa selalu berhubungan dengan situasi di mana seseorang berada dalam kondisi mental yang positif. Kondisi mental itulah yang sebenarnya bisa menular," ungkap Orwen seperti dikutip dari LiveScience, Jumat (19/11/2010).

(up/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads