Salah satu fakta yang ada adalah stres bisa menghambat kemampuan otak untuk belajar sesuatu hal yang baru atau mengingat hal-hal yang lama.
Ketika seseorang berusaha keras untuk mengingatnya, maka ia akan semakin tidak bisa mengingat. Jadi kalau seseorang kadang merasa 'blank' saat sedang stres itu adalah sesuatu yang normal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip dari Health.com, Kamis (2/12/2010) ketika seseorang sedang sibuk atau stres, maka otak berusaha keras untuk fokus melakukan hal-hal tersebut. Kondisi ini membuat akses ke memori lainnya menjadi terhambat, sehingga seseorang menjadi lupa.
Selama seseorang stres, maka tubuh akan merespons dengan melepaskan hormon yang dapat memicu perubahan fisik serta otot jantung yang berdetak lebih kencang dan tegang. Jika sangat tertekan seseorang kadang bisa menjadi berkeringat, meskipun suhu disekitarnya tidak panas.
Hormon yang dilepaskan ke dalam aliran darah selama stres juga mempengaruhi otak dan kemampuan seseorang untuk berpikir atau mengingat sesuatu. Kondisi ini membuat seseorang lupa mengingat hal-hal yang rinci atau hal-hal sederhana sekalipun, seperti nama teman disampingnya atau apa yang akan dilakukannya.
Paparan stres yang terus menerus bisa menyebabkan kerusakan di daerah otak hippocampus, padahal hippocampus adalah struktur otak penting yang berhubungan dengan memori deklaratif dan juga fakta.
Untuk itu jika sudah merasa stres, cobalah sedikit rileks dengan melakukan peregangan, berjalan-jalan sebentar, minum air putih atau melakukan teknik relaksasi seperti memejamkan mata, teknik bernapas dan juga duduk santai sambil bersandar.
Jangan juga sering-sering stres karena akan makin besar pelupanya.
(ver/ir)











































