Kanker prostat yang merupakan jenis kanker paling banyak diderita pria dipicu oleh peningkatan hormon pria testosteron. Untuk mengatasinya, terapi yang diberikan adalah menekan produksi testosteron dengan Androgen Deprivation Therapy (ADT).
Ada beberapa cara pemberian ADT, yang paling populer adalah dalam bentuk obat seperti Lupron dan Zoladex. Cara lainnya yang jarang dilakukan adalah melalui pembedahan, untuk mengangkat kedua butir testis atau buah zakar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalahnya tidak berhenti di situ, sebab obesitas dan diabetes juga berkaitan erat dengan risiko katarak," ungkap Jennifer Beebe-Dimmer seorang pakar kesehatan dari Karmanos Cancer Institute, seperti dikutip dari Foxnews, Rabu (29/12/2010).
Untuk membuktikan adanya kaitan antara pemberian ADT dengan peningkatan risiko katarak, Beebe-Dimmer meneliti sekitar 66.000 penderita kanker prostat berusia di atas 66 tahun. Sekitar 50 persen mendapat ADT, sebagian besar berupa obat dan hanya sebagian kecil yang berupa pengangkatan testis.
Lewat pengamatan berkelanjutan, Beebe-Dimmer mendapati 111 kasus katarak baru tiap tahun pada setiap 1.000 pasien yang mendapat ADT. Setelah disesuaikan dengan faktor lain, peningkatan risiko tercatat 9 persen pada pasien yang mendapat ADT dalam bentuk obat dan 26 persen pada pasien yang menjalani pengangkatan testis.
Katarak merupakan gangguan penglihatan yang ditandai dengan pengkabutan di lapisan kornea mata dan biasanya lebih sering menyerang orang tua. Penyakit ini diderita oleh 20 juta warga Amerika Serikat, sebagian besar berusia di atas 40 tahun.
Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Annals of Epidemiology.
(up/ir)











































