Sebuah penelitian di Columbia University menunjukkan bahwa tulang yang sehat memproduksi lebih banyak osteocalcin, sejenis protein yang menyusun tulang dan gigi. Kadar protein inilah yang nantinya berpengaruh terhadap kesuburan sistem reproduksi pria.
Dalam penelitian tersebut, pria yang tulangnya tidak banyak memproduksi osteocalcin cenderung kurang poten sulit membuahi pasangannya. Sebaliknya jika osteocalcin yang diproduksi di tulang makin banyak, kualitas sperma pria akan meningkat sehingga lebih poten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan ini kemudian ditindaklanjuti dengan sebuah eksperimen pada tikus jantan. Ketika tikus-tikus jantan itu disuntik ostgeocalcin, produksi hormon testosteron meningkat, sperma yang dihasilkan lebih banyak dan berkualitas serta tentu saja lebih poten untuk membuahi tikus betina.
"Hubungan antara kesehatan tulang dengan sistem reproduksi hanya teramati pada pria. Kami tidak menemukan efek serupa pada wanita maupun tikus betina," ungkap sang peneliti, Gerard Karsenty seperti dikutip dari Sify.com, Senin (21/2/2011).
Temuan ini cukup menarik karena hubungan antara tulang dengan sitem reproduksi sebelumnya hanya terfokus pada fungsi kelenjar gonad, kelenjar yang mengatur alat kelamin pria maupun wanita. Makin tinggi aktivitas kelenjar gonad, makin banyak sel-sel tulang yang diproduksi oleh tubuh.
(up/ir)











































