Kematian adalah suatu proses akhir kehidupan yang dialami semua makhluk hidup hanya saja waktunya berbeda-beda. Tidak mudah memang memprediksikan secara tepat kapan seseorang akan meninggal. Kematian itu sendiri bisa disebabkan oleh suatu penyakit, kecelakaan atau sebab lainnya.
Orang yang masih muda atau masih dalam usia produktif umumnya lebih takut meninggal dibanding lansia. Hal ini berdasarkan hasil studi yang dilaporkan dalam Journal of Pain and Symptom Management, seperti dikutip dari Dying.about.com, Jumat (11/3/2011).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu bagi kaum laki-laki terutama yang sudah menikah dan menjadi kepala keluarga maka banyak hal yang akan ditakutinya ketika meninggal kelak. Hal ini karena ada tanggung jawab yang harus dimilikinya terhadap keluarga.
Kekhawatiran ini umumnya mengenai kelangsungan hidup dari keluarga yang ditinggalkannya seperti istri dan anak-anaknya, terlebih laki-laki identik sebagai orang yang bertanggung jawab secara finansial atau materi.
Kondisi ini akan membuat laki-laki merasa khawatir apakah ia sudah meninggalkan bekal yang cukup untuk kehidupan keluarganya kelak setelah ia meninggal atau belum. Sehingga ia akan bekerja keras agar bisa meninggalkan warisan yang abadi sehingga keluarga yang dicintainya bisa tetap hidup dengan normal.
Namun sebaiknya ketakutan atau kekhawatiran yang dialami tidak mengganggu aktivitas dan kehidupannya sehari-hari. Jika ketakutan yang muncul sudah mengganggu ada kemungkinan seseorang memiliki fobia yang disebut dengan thanatophobia atau necrophobia.
Kematian biasanya ditandai jika jantung sudah tidak bekerja karena secara otomatis aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh serta otak juga akan terhenti. Akibat tidak adanya asupan oksigen dan darah ke otak, maka dalam hitungan beberapa detik otak juga akan mati dan disitulah akhir dari perjalanan hidup seorang manusia.
(ver/ir)
