Studi baru menunjukkan bahwa orang yang diet lebih mudah terkecoh dengan label 'sehat' yang menyesatkan dibanding dengan orang yang tidak terobsesi mengurangi jumlah kalori. Misalnya orang diet percaya bahwa mozzarella dan daging asap akan terlihat sehat jika disebut sebagai 'salad'.
"Salah satu alasan orang diet makan terlalu banyak makanan berlabel sehat adalah makanan tersebut memberikan selera yang lebih baik," ujar Dr aglar Irmak dari Darla Moore School of Business, University of South Carolina, seperti dikutip dari Latimes, Rabu (27/4/2011).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Dr Irmak juga memiliki beberapa teori lain yang menjelaskan mengapa orang yang sedang diet cenderung terjebak dalam makanan yang memiliki label 'sehat' yaitu:
- Orang yang diet berpikir tahu lebih banyak tentang gizi dibanding dengan orang yang tidak diet, sehingga ia tidak akan menghabiskan banyak waktu untuk mencari tahu kandungan apa saja yang terkandung dalam makanan tersebut.
- Orang yang diet cenderung lebih banyak makan di tempat pertama (first place) dan mencoba mencari alasan untuk memanjakannya.
- Kebanyakan orang membutuhkan diet karena suka makan atau kelebihan berat badan, jadi jika ada konflik dalam pikirannya untuk makan maka akan menyelesaikannya dengan memilih makanan yang dianggap sehat.
"Jika mereka menemukan alasan untuk makan, maka ia dapat makan dalam jumlah yang lebih banyak," ungkapnya.
Dr Irmak menuturkan salah satu cara untuk mencegah orang yang sedang diet agar tidak terjebak dalam makanan berlabel 'sehat' adalah dengan membaca komposisinya. Bagi orang yang sudah lama berdiet cobalah untuk berpura-pura menjadi orang yang baru mulai diet, karena orang-orang ini akan lebih memperhatikan bahan dan kandungan dari suatu makanan.
(ver/ir)











































