Fakta tersebut diungkap badan intelijen Amerika Serikat, CIA setelah menginterogasi beberapa tahanan kasus terorisme di penjara Guantanamo. Penggunaan obat-obatan untuk memicu impotensi diungkap CIA bersama sejumlah fakta lain tentang terorisme.
Salah satu pelaku teror yang sengaja dibuat impoten adalah Abd al-Rahim al Nashiri, anak buah Osama bin Laden yang ditangkap CIA pada November 2002. Diduga, ia adalah otak bom bunuh diri terhadap kapal angkatan laut Amerika Serikat tahun 2000 yang menewaskan 17 prajurit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rilis yang dikeluarkan CIA tidak disebutkan jenis obat apa yang digunakan untuk membuat Nashiri impoten atau lemah syahwat. Namun seperti diketahui, beberapa jenis obat memang memiliki efek samping yang membuat pria tidak mampu ereksi.
Jenis obat yang paling banyak memicu impotensi adalah antidepresan, yakni obat-obat psikoaktif untuk mengatasi depresi dan kegelisahan. Beberapa contoh obat dari golongan ini antara lain diazepam, lorazepam, phenytoin, amitriptyline dan chlorpromazine.
Seperti diberikatan detikHealth sebelumnya, obat untuk mengatasi kebotakan yang mengandung finansteride (Propecia) dilaporkan juga bisa memicu impotensi. Hasil uji kninis menujukkan, 1 dari 80 pengguna Propecia mengalami efek samping berupa impotensi.
Obat Anti Inflamasi Non-Steroid (AINS) yang sering dipakai sehari-hari juga berisiko memicu impotensi. Penelitian yang dirilis awal tahun ini menunjukkan, obat-obat AINS seperti aspirin, asetaminofen dan ibuprofen memicu impotensi pada 30 persen pria yang menggunakannya secara berlebihan.
(up/ir)











































