Psikolog menemukan bahwa orang kidal yang menonton film horor selama 8 menit akan menunjukkan gejala yang terkait dengan post traumatic syndrome (sindrom pasca trauma) dibandingkan dengan orang yang dominasi tangan kanan. Efek yang muncul tersebut sering terjadi pada orang yang mengalami post traumatic syndrome disorder.
Saat ini para ilmuwan telah percaya bahwa hasil yang didapatkan ini bisa menjadi wawasan baru tentang bagaimana orang mengembangkan stres setelah truma serta cara otak menangani rasa takut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr Choudhary menuturkan tampaknya setelah seseorang mengalami peristiwa menakutkan bahkan hanya di film, orang-orang yang kidal menunjukkan suatu perilaku seperti orang yang menderita gangguan stres setelah mengalami trauma ketika menonton film horor.
"Hal ini berkaitan dengan cara otak membuat kenangan selama melihat sesuatu yang menakutkan. Pada orang kidal, sisi kanan otaknya lebih dominan yang terlibat dalam ketakutan, sehingga kemungkinan hubungannya berawal dari situ," ujar Dr Choudhary.
Dr Choudhary menambahkan kedua sisi otak memiliki peran yang berbeda dalam memunculkan gangguan stres setelah trauma. Untuk itu diperlukan studi lebih lanjut dalam memahami apa yang sebenarnya terjadi di otak.
Hasil penelitian ini rencananya akan dipresentasikan dalam acara tahunan British Psychology Society.
(ver/ir)











































