Penemuan ini bisa menyelamatkan ribuan nyawa per tahun dengan menyediakan cara-cara baru dalam mendiagnosis serta mengobati kanker payudara hormonal atau biasa dikenal sebagai kanker payudara reseptor estrogen positif.
Ilmuwan dari Breakthrough Breast Cancer Research Centre di Institute of Cancer Research (ICR), London mengungkapkan penemuan ini di masa depan bisa membantu pasien kanker payudara untuk tidak merespons obat-obatan seperti tamoxifen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penemuan ini mengejutkan. Kami menemukan gen ini di tempat yang kami pikir kami mengetahui banyak hal, ini seperti menemukan emas di Trafalgar Square," ujar Dr Anita Dunbier, penulis utama penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLoS Genetics, seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (4/5/2011).
Dr Dunbier menuturkan saat ini ia dan tim akan melihat lebih lanjut mengenai cara kerja gen tersebut. Dan temuan ini bisa menuntun ilmuwan untuk menemukan terapi baru yang lebih menguntungkan bagi perempuan dengan kanker payudara di masa depan.
"Obat yang paling banyak digunakan saat ini seperti inhibator aromatase yang menargetkan reseptor estrogen itu sendiri. Tapi jika kita bisa menargetkan gen-gen ini, maka bisa mengobati tumor secara lebih baik," ungkapnya.
Sementara itu Profesor Mitch Dowsett yang memimpin tim di Breakthrough Breast Cancer Research Centre mengungkapkan bahwa penelitian ini menarik, karena menunjukkan selain reseptor estrogen yang menjadi pendorong utama kanker payudara hormonal, ada pihak lain yang membantu mempengaruhi prilaku dari kanker payudara ini.
(ver/ir)










































