Kamis, 19 Mei 2011 14:46 WIB

Operasi Plastik Bukan Sekedar Mempercantik Wajah

- detikHealth
Jakarta - Saat mendengar kata bedah atau operasi plastik, kebanyakan orang mengira itu adalah operasi yang membuat wajah menjadi lebih cantik dengan memperindah bentuk hidung, bibir atau mata. Tapi operasi plastik bukan sekedar operasi yang bikin wajah cantik.

"Banyak orang yang salah tanggap, salah kaprah. Bedah plastik bukan hanya bedah kosmetik atau estetika, tapi bedah rekonstruksi seperti bedah pada luka bakar, kecelakaan dan trauma," jelas Dr Ferdinand, Sp.BP, Spesialis Bedah Plastik dari Eka Hospital Pekanbaru dalam acara Clients Gathering Eka Hospital di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (19/5/2011).

Menurut Dr Ferdinand, dalam studi kedokteran yang rata-rata ditempuh selama 7 tahun, dokter spesialis bedah hanya mempelajari bedah kosmetika 3 sampai 4 bulan, sisanya bedah rekonstruksi.

Karena anggapan inilah, lanjut Dr Ferdinand, kebanyakan asuransi menolak membiayai perawatan untuk bedah plastik. Padahal yang dilakukan dokter adalah bedah rekonstruksi bukan kosmetik.

"Karena dianggapnya bedah plastik adalah bedah kosmetik, akhirnya asuransi tidak mau menanggung biaya yang ditangani oleh dokter bedah plastik," pungkas Dr Ferdinand yang lahir di Jayapura.

Dr Ferdinand menjelaskan, pada Trauma Center biasanya bedah plastik berfungsi sebagai perawatan pendukung (supportive/definitive treatment), operasi penutup, perawatan lebih awal yang bisa dilakukan dari ujung kepala (CranioFacial, tangan, luka bakar, trauma jaringan lunak).

Selain itu, lanjut Dr Ferdinand, bila sebuah tim bedah dilengkapi dengan tim dari bedah plastik, maka ada beberapa keuntungan yang diperoleh, antara lain:
  1. Perawatan yang lebih cepat (early definitive treatment)
  2. Mengurangi total biaya operatif
  3. Perawatan dilakukan secara optimal (mortality-morbidity).

"Dengan keuntungan-keuntungan itu, jadi biaya yang harus ditanggung pun lebih kecil. Jadi asuransi jangan alergi dengan bedah plastik," tutup Dr Ferdinand.




(mer/ir)