Kepala Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan Kota Kendari, Hj Normadia mengatakan kondom sebagai alat kontrasepsi yang paling disukai akseptor pria. Peminatnya jauh lebih banyak dibanding Modus Operasi Pria (MOP) atau vasektomi yang hanya dipakai oleh 9 pria se-Kota Kendari.
Uniknya, sosialisasi penggunaan kondom di Kota Kendari dilakukan di kalangan tukang ojek yang lalu tercatat juga sebagai pengguna terbanyak. Normadia tidak memiliki alasan khusus untuk memilih tukang ojek, namun mengakui bahwa responsnya sangat positif karena banyak yang menggunakannya dalam program untuk merencanakan kelahiran anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara alasan para wanita di Kendari menggunakan implan dan spiral tak lain karena kedua alat kontrasepsi ini hanya perlu dipasang sekali untuk jangka waktu yang lama. Cukup praktis dibandingkan pil KB yang harus dikonsumsi rutin setiap hari.
Salah seorang akseptor (peserta KB) yang baru saja memasang implan, Sinta (19 tahun) membenarkan hal itu. "Saya pilih pakai implan karena praktis dan sewaktu-waktu kalau mau masih bisa punya anak lagi. Anak saya baru 1, umur 1 bulan dan masih ingin punya 1 anak lagi 3 tahun mendatang," ungkap Sinta saat diwawancarai detikHealth di lokasi stand layanan KB keliling, Selasa (14/6/2011).
Normadia mengakui bahwa dibanding metode kontrasepsi lainnya, implan paling diminati oleh akseptor. selain implan, alat kontrasepsi lain yang banyak peminatnya adalah spiral.
(up/ir)










































