Hasil uji klinis yang dilakukan oleh peneliti dari UCLA terhadap 53.000 orang di 33 lokasi berbeda menemukan bahwa dosis rendah dari CT bisa mengurangi jumlah kematian akibat kanker paru pada perokok sebesar 20 persen.
"Hal ini mungkin menjadi sesuatu yang penting bagi kanker paru dalam satu dekade terakhir," ujar Dr Bruce Johnson dari Dana-Farber Cancer Institute di Boston, seperti dikutip dari CNN, Kamis (30/6/2011).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada cara lain yang secara signifikan bisa mengurangi risiko kaematian akibat kanker paru-paru, jika tidak pernah merokok maka jangan memulai tapi jika merokok segeralah berhenti," ujar Johnson.
Scan yang dilakukan lebih mungkin menemukan tumor yang relatif masih kecil sehingga meningkatkan kemungkinan pasien untuk sembuh dan bertahan hidup, serta mengurangi angka kematian akibat kanker.
Hasil studi ini telah dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine, dan dibutuhkan studi lebih lanjut untuk mengetahui apakah CT scan nantinya bisa menjadi pedoman dalam melakukan skrining untuk kanker paru-paru.
Kanker paru-paru merupakan salah satu jenis kanker yang banyak menyebabkan kematian bagi laki-laki maupun perempuan, tapi belum ada cara yang baik untuk mendeteksinya. Untuk itu diharapkan pemeriksaan CT scan bisa menjadi cara dalam mendeteksi kanker paru yang ada.
Penyebab utama kanker paru-paru adalah merokok baik karena perokok aktif atau perokok pasif. Sedangkan penyebab lainnya adalah kontaminasi udara sekitar oleh zat asbes, polusi udara oleh asap kendaraan ataupun pembakaran termasuk asap rokok.
(ver/ir)











































