Kajian terhadap 38 penelitian tentang hubungan antara fungsi kognitif dan obesitas yang dilakukan para peneliti dari University of New South Wales (UNSW) menunjukkan bahwa orang gemuk memiliki kemampuan manajemen eksekutif yang lebih lemah. Artinya orang gemuk lemah dalam kemampuan perencanaan, orientasi pada tujuan dan pengambilan keputusan.
"Obesitas bisa menyebabkan sekaligus disebabkan oleh kurangnya fungsi eksekutif," kata peneliti Dr Evelyn Smith, dari UNSW School of Psychiatry. "Saya pikir hubungan itu bisa bersifat dua arah. Bisa jadi bahwa kekurangan kognitif memperburuk kenaikan berat badan, tetapi sekali Anda mengalami obesitas, ada beberapa aspek dari otak yang terkena imbas akibat kelainan obesitas atau peradangan glukosa," tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terapi remediasi kognitif adalah terapi di mana pasien bertemu spesialis secara teratur untuk mengembangkan pola pikir dan perencanaan yang baru. Terapi ini telah digunakan untuk mengobati gangguan anoreksia nervosa dan dapat diterapkan untuk orang gemuk juga.
Berdasarkan hasil kajian tersebut, orang gemuk menjadi kurang cekatan karena kemampuan mengorganisasi pikirannya lebih rendah. Sebaliknya pada orang anoreksia, kemampuan ini terlalu menonjol sehingga terapi untuk menyembuhkan pada dasarnya bisa diterapkan pada orang gemuk dengan cara yang sedikit berbeda.
"Mungkin terapi serupa bermanfaat untuk membantu orang dengan obesitas, tidak hanya membagikan lembar diet dan menyuruh mereka untuk melakukan fitnes," imbuh Profesor Campbell seperti dikutip dari Theconversation (24/8/2011).
"Meskipun demikian, tinjauan ini tidak menunjukkan hubungan sebab akibat antara obesitas dan kurangnya fungsi eksekutif," kata Associate Professor Wendy Brown, Wakil Direktur Centre for Obesity Research and Education Monash University.
"Penelitian ini hanya menunjukkan bahwa ada fungsi kognitif yang berubah pada penderita obesitas. Ini tidak membuktikan bahwa kurangnya kognisi menyebabkan obesitas, juga tidak menunjukkan bahwa kognisi berkurang disebabkan oleh obesitas. Ini hanya mengakui hubungan potensial dan menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut seperti yang sedang dilakukan di Monash University Obesity and Diabetes Institute," kata Dr Brown yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
(ir/ir)











































