Senin, 05 Sep 2011 14:05 WIB

Ganja Dipakai untuk Penghilang Rasa Sakit Pasien Kanker

- detikHealth
Bury, Inggris - Untuk pertama kalinya, tanaman ganja digunakan sebagai obat-obatan di rumah sakit. Dalam percobaan di North Manchester General Hospital, ganja digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit untuk pasien kanker terminal (stadium akhir).

Penggunaan obat dari ganja pertama kalinya dilakukan sebagai bagian dari percobaan. Pasien di North Manchester General Hospital di Bury, Inggris, diberi resep obat Sativex, yang menurut para ahli bisa menghilangkan rasa sakit karena otot-otot mati rasa.

Obat tersebut diciptakan oleh GW Pharmaceuticals, terbuat dari dua zat yang ditemukan dalam tanaman ganja, yaitu THC dan CBD.

THC membuat 'melayang' tetapi CBD memiliki efek berlawanan. Karena Sativex adalah obat semprot oral, obat ini diserap lebih lambat daripada jika ganja dirokok sehingga para ilmuwan mengatakan mustahil untuk mendapatkan efek 'melayang' dari pengobatan ini.

Meski terbuat dari tanaman ganja, obat yang disemprotkan di bawah lidah hingga 10 kali sehari ini tidak akan membuat penggunakan 'melayang'.

Percobaan obat ini awalnya akan dilakukan pada pasien kanker parah atau stadium akhir, tetapi jika berhasil penggunaannya bisa diperpanjang di seluruh negeri dan digunakan sebagai obat penghilang rasa sakit untuk kondisi lain.

Obat tersebut telah tersedia pada resep di Inggris sebagai pengobatan untuk multiple sclerosis sejak musim panas lalu, tetapi belum digunakan di rumah sakit sebelumnya.

"Sebagian besar penelitian kanker difokuskan pada penyembuhan penyakit. Perawatan paliatif dibawah penelitian medis khusus. Saya sudah menjadi peneliti perawat selama bertahun-tahun dan tidak pernah menemukan hal seperti itu," jelas Sam Jole, peneliti perawat senior di Pennine, seperti dilansir dailymail, Senin (5/9/2011).

Menurutnya, hal ini sangat penting untuk menunjukkan bahwa pasien yang menggunakan semprotan tidak mengalami euforia yang terkait dengan penggunaan ganja ilegal.

"Ini telah lulus tes yang ketat untuk kualitas, keamanan dan kemanjuran dan dokter sudah meresepkan untuk pasien multiple sclerosis," jelas Sam Jole.

Pasien yang terlibat dalam penelitian ini akan mengunjungi North Manchester or Fairfield General untuk check up empat kali selama lima minggu. Mereka juga diminta untuk melaporkan nilai rasa sakit dan penggunaan obat penghilang rasa sakit setiap malam melalui telepon.

Sekitar setengah dari pasien akan diresepkan obat aktif dan sisanya akan menerima plasebo. Hingga kini, delapan orang telah mendaftar dan 32 lainnya akan direkrut selama dua tahun ke depan.

"Penelitian ini merupakan perkembangan menarik di bidang manajemen nyeri kanker. Pengamatan klinis awal menunjukkan bahwa Sativex akan memiliki peran penting di daerah kompleks perawatan paliatif," Dr Iain Lawrie, konsultan dan dosen senior kehormatan klinis di paliatif kedokteran di North Manchester.



(mer/ir)