Ciuman dari Parasit Sebabkan Gagal Jantung Mendadak

ADVERTISEMENT

Ciuman dari Parasit Sebabkan Gagal Jantung Mendadak

- detikHealth
Senin, 05 Sep 2011 15:08 WIB
Los Angeles, AS - Jika Maira Gutierrez tidak mendonorkan darahnya, dia mungkin tidak akan tahu telah terinfeksi Chagas, penyakit parasit yang ditularkan dari kissing bug yang bisa menyebabkan gagal jantung mendadak.

Maira Gutierrez yang berasal dari Los Angeles, AS, merasa sehat-sehat saja. Namun di dalam darahnya masih berisi antibodi, pertanda bahwa penyakit akibat ciuman parasit masih hinggap di tubuhnya.

Chagas disebabkan oleh parasit yang disebut Trypanosoma cruzi (T. cruzi), yang tetap aktif dalam tubuh manusia selama 30 tahun hingga kemudian membunuh secara tiba-tiba dengan cara menghentikan detak jantung atau menghancurkan usus penderitanya.

Penyakit ini ditularkan melalui binatang kecil yang disebut vinchuca atau kissing bug karena menggigit wajah orang ketika sedang tidur. Penyakit mematikan akibat ciuman parasit ini merupakan silent killer karena pasien jarang menunjukkan gejala atau tahu bahwa ia terinfeksi.

Jika Gutierrez tidak mendonorkan darahnya lebih dari sepuluh tahun yang lalu, dia mungkin tidak akan tahu bahwa ia telah terinfeksi Chagas, penyakit yang mungkin suatu hari akan membuat jantungnya berhenti berdetak.

Seperti banyak pasien Chagas lainnya di Amerika Serikat, Gutierrez mungkin tertular penyakit itu saat masih kanak-kanak tinggal di pedesaan El Salvador.

Chagas telah menjadi momok negara berkembang selama puluhan tahun, khususnya di negara-negara Amerika Latin. Chagas juga merupakan penyakit kemiskinan karena vinchuca hidup di dinding pondok yang berlumpur. Manusia dapat menularkannya dari ibu ke anak dan melalui transfusi darah serta donasi organ.

Kebanyakan penderita Chagas tidak merasakan gejala apapun. 30 persen di antara mereka berisiko mengalami penyakit jantung atau usus dan berujung kematian.

Bolivia memiliki tingkat infeksi Chagas tertinggi di dunia. Di negara ini, 20 persen wanita pada usia subur telah terinfeksi dan sebanyak tiga ribu anak yang terinfeksi lahir setiap tahunnya.

Negara Amerika Latin lain seperti Chile dan Argentina telah membuat langkah besar dalam pemberantasan penyakit ini karena begitu warga pindah ke rumah yang terbuat dari semen agar tidak lagi terkena vinchuca.

"Jika kita bisa memperbaiki kondisi perumahan, kita dapat mengurangi infeksi Chagas. Bukan sebuah kebetulan jika Bolivia adalah salah satu negara termiskin dan memiliki prevalensi Chagas tertinggi," kata Dr Faustino Torrico yang menjalankan sebuah klinik Chagas di Universidad Mayor de San Simon di Cochabamba, Bolivia, seperti dikutip dari The Atlantic, Senin (5/9/2011).

Ahli kesehatan masyarakat setuju bahwa pemberantasan vinchuca adalah langkah pertama dalam menghentikan Chagas. Vinchuca menyerang di malam hari, menyebarkan parasit yang berpotensi mematikan.



(mer/ir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT