Studi ini menunjukkan menggunakan virtual reality (VR) dengan komputer dapat membantu mengembalikan fungsi lengan dan meningkatkan kemampuan untuk melakukan kegiatan-kegiatan standar pada pasien stroke dewasa.
Hasil penelitian tersebut berbeda secara signifikan dengan pasien yang tidak menggunakan VR. Hasil penelitian ini dilaporkan dalam pembahasan baru yang diterbitkan dalam The Cochrane Library, seperti dilansir dari MedicalNewsToday, Kamis (8/9/2011).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebanyakan lingkungan VR saat ini terutama berupa pengalaman visual, yang ditampilkan baik pada layar komputer atau melalui display stereoskopik khusus. Selain itu, juga dengan beberapa simulasi, meliputi informasi sensorik tambahan seperti suara melalui speaker atau headphone.
Kebanyakan orang menggunakan komputer untuk video game dan telah menunjukkan adanya potensi sebagai alat terapi. VR dan video game interaktif mungkin memiliki beberapa keunggulan dibandingkan terapi tradisional.
"Keunggulannya karena dapat memberikan kesempatan pada pasien untuk melatih diri setiap hari yang tidak dapat dipraktekkan di dalam lingkungan rumah sakit," kata Kate Laver, yang bekerja di Department of Rehabilitation and Aged Care at Flinders University, Adelaide, Australia.
Dengan menganalisis hasil dari tujuh percobaan yang melibatkan total 205 peserta menunjukkan bahwa pelatihan VR dapat meningkatkan fungsi lengan, dibandingkan dengan terapi konvensional. Serta dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam melakukan kegiatan setiap hari, seperti mandi dan berpakaian.
"Efek positif ditemukan segera setelah akhir dari terapi VR, namun belum jelas apakah efek akan bertahan lama," kata Laver.
Meningkatnya kekuatan pegangan dan kecepatan berjalan menjadi bukti yang cukup untuk membuat kesimpulan mengenai efek video game atau VR. Keuntungan lain untuk terapi VR, yaitu sangat sedikit orang yang mengalami efek samping serius, seperti nyeri, sakit kepala, atau pusing.
"VR tampak seolah-olah dapat menjadi alat terapi yang menjanjikan, tetapi tentunya masih dibutuhkan banyak penelitian untuk dapat menarik kesimpulan mengenai aspek VR yang paling penting," kata Laver.
(ver/ir)











































