Bocah laki-laki bernama Than Sophat asal Desa Nokor Phea, Provinsi Siem Reap, Kamboja ini terpaksa menyusu langsung dari induk sapi karena sudah tidak disusui lagi oleh ibunya. Kebiasaan ini dilakukannya sejak Juli 2011, ketika ibunya pergi merantau ke Thailand untuk bekerja.
Kakeknya, Um Oeung yang berusia 46 tahun menuturkan bahwa si bocah mulai sakit-sakitan sejak kepergian ibunya ke luar negeri. Oeung menduga, daya tahan tubuh cucu kesayangannya itu menurun karena sebenarnya masih membutuhkan nutrisi dalam Air Susu Ibu (ASI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat perilaku cucunya tersebut, Oeung sudah berusaha untuk menghentikannya dengan menariknya menjauh dari kandang sapi. Namun yang terjadi, Sophat justru menangis dan meronta-ronta sehingga lama-lama Oeung tidak tega lalu membiarkannya menyusu dari induk sapi.
Oeung yang tak sanggup melarang cucunya akhirnya terkena getahnya setelah para tetangga maupun pejabat kesehatan di Provinsi Siem Reap kompak menyalahkan sang kakek. Bagaimanapun si bocah tidak seharusnya disusui oleh induk sapi karena putingnya yang tidak bersih bisa memicu diare.
"Mereka (tetangga dan para pejabat) menyalahkan saya dan menyuruh saya untuk melarang Sophat menyusu pada induk sapi. Mereka juga mengatakan, kelak Sophat akan malu jika sudah besar," ungkap Oeung seperti dikutip dari Dailymail, Senin (12/8/2011).
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Oeung mulai mengambil sikap tegas. Sejak Sabtu (10/8/2011), ia mulai membatasi Sophat untuk menyusu pada induk sapi maksimal 1 kali/hari dan akan terus dikurangi frekuensinya secara bertahap.
Seperti diberitakan detikHealth sebelumnya, susu terbaik untuk anak di bawah usia 2 tahun seperti Sophat adalah ASI. Pemberian susu formula maupun susu sapi segar pada usia itu tidak dapat menggantikan kandungan nutrisi penting yang ada di dalam ASI.
(up/ir)










































