Selasa, 13 Sep 2011 16:51 WIB

Vaksin Meningitis Minimal 2 Minggu Sebelum Berangkat Haji

- detikHealth
Jakarta - Salah satu vaksinasi yang harus dilakukan calon jemaah haji adalah untuk mencegah meningitis. Vaksinasi ini sebaiknya dilakukan minimal 2 minggu sebelum berangkat haji agar antibodinya sudah terbentuk.

"Paling lambat 2 minggu sebelum berangkat karena antibodi terbentuk 2 minggu setelah disuntik. Jadi jangan sampai sudah disana tapi antibodi belum terbentuk," ujar Dr dr Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASIM dalam acara simposium awam PAPDI Sehat Fisik dan Jasmani Selama Ibadah Haji di Aula FKUI, Jakarta, Selasa (13/9/2011).

Dr Iris menuturkan waktu pemberian vaksinasi meningitis ini disuntikkan di area deltoid SK (lengan kanan atas) dengan dosis tunggal 0,5 ml. Hal ini karena penyakit tersebut bisa menular akibat kontak langsung atau melalui 'carrier'.

"Vaksin ini bisa diberikan berbarengan dengan vaksin influenza, biasanya vaksin meningitis di lengan kanan atas dan vaksin influenza di lengan kiri. Vaksin meningitis ini bisa memberikan kekebalan hingga 3 tahun sedangkan vaksin influenza hanya 1 tahun," ungkapnya.

Vaksin meningitis ini diberikan bagi calon jemaah haji untuk mencegah bakteri meningitis yang masih menjadi endemis di beberapa negara. Umumnya dikenal dengan African Meningitis Belt yang berasal dari daerah sub-sahara Afrika.

Meningitis meningokokus adalah peradangan selaput otak dan selaput sumsum tulang belakang yang akut, kondisi ini disebabkan oleh bakteri gram negatif yang berkembang pada suhu panas atau dingin dengan kelembaban rendah.

Gejala atau tanda yang muncul adalah panas mendadak, mual, muntah, adanya ruam di kulit, nyeri pada kepala, fisik menjadi lemah bahkan hingga kesadaran yang menurun atau koma.

Pemberian vaksin meningitis ini menjadi syarat wajib dari pemerintah Arab Saudi bagi semua calon jamaah haji. Untuk di Indonesia pemberian vaksin meningitis merupakan tahap terakhir dari proses pemeriksaan kesehatan bagi calon jamaah haji.

"Calon jemaah yang sudah divaksin ini akan diberikan kartu kuning dan kekebalannya bisa hingga 3 tahun, jadi kalau tahun depan mau umrah tidak perlu vaksin meningitis lagi," ujar Dr Iris yang juga pengurus besar Peralmuni (Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia).



(ver/ir)