Studi yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition mendapatkan orang yang mengonsumsi suplemen cenderung mendapatkan nutrisi yang lebih banyak dari makanan. Hal ini menunjukkan hanya sedikit vitamin dan mineral yang dibutuhkan orang-orang dari suplemen.
Para peneliti menuturkan dalam beberapa kasus orang yang mengonsumsi suplemen sebenarnya mendapatkan mineral yang berlebihan sehingga berpotensi menyebabkan masalah kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Kalsium
2. Zat Besi
3. Magnesium
4. Zinc
5. Fosfor
6. Kalium
7. Selenium
8. Tembaga
"Orang-orang harus memilih suplemen apa yang dibutuhkannya dan tahu berapa asupan harian yang direkomendasikan, sehingga tidak boleh dikonsumsi sembarangan," ujar Regan Bailey, peneliti bidang gizi dari National Institute of Health, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (8/10/2011).
Bailey dan rekan melakukan survei untuk menilai asupan mineral dari 8.860 laki-laki dan perempuan yang berpartisipasi dalam survei kesehatan pemerintah pada tahun 2003 dan 2006.
Bailey mencatat mineral kalisum seringkali dikonsumsi secara tidak tepat, diketahui perempuan berusia 51-70 tahun mengonsumsi kalsium melebihi batas rekomendasi. Padahal terlalu banyak kalisum tambahan telah dikaitkan dengan risiko batu ginjal.
"Kami berharap orang-orang yang mengonsumsi suplemen adalah orang-orang yang memang membutuhkan, dan mineral dari makanan lebih baik dibandingkan melalui suplemen. Untuk itu biasakanlah memiliki pola makan yang sehat," ujar Cheryl Rock, peneliti nutrisi dari University of California, San Diego.
(ver/ir)











































