Kasus asma terus meningkat selama 30 tahun terakhir. Ini adalah penyakit kronis yang paling umum di masa kanak-kanak. Anak-anak kota yang sering mengalami asma banyak yang berhubungan dengan kecoa yang dapat menyebabkan alergi.
Sebanyak 23 persen dan 60 penduduk perkotaan yang menderita asma biasanya juga sensitif terhadap kecoa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Protein dari kecoa yang orang hirup bisa berasal dari beberapa sumber, termasuk air liur kecoa, kotoran manusia, kulit-kulit kotor, puing-puing, bahkan bangkai binatang.
Protein ini kemudian bisa menjadi alergen yang dapat menyebabkan mukosa, menginduksi reaksi alergi dan asma. Reaksi alergi dan asma biasanya terjadi setelah menghirup alergen kecoa dan bisa berlangsung hingga berjam-jam.
Gejalanya bisa bervariasi, seperti gatal-gatal di kulit, tenggorokan, mata dan hidung. Gejalanya bisa lebih kuat dan bila semakin parah bisa memperparah asma.
Gejala asma sering menjadi masalah sepanjang tahun, bukan hanya dalam beberapa musim. Hal ini dapat menyulitkan untuk menentukan bahwa alergi kecoa adalah penyebab asma.
Apa yang harus dilakukan?
Jika Anda memiliki asma, sebaiknya hindari kontak dengan kecoa dan kotorannya. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, seperti dilansir aafa.org, Jumat (6/1/2012):
1. Jangan meninggalkan makanan dan sampah
2. Untuk mengontrol kecoa, gunakan umpan racun, asam borat dan perangkap. Jangan gunakan bahan kimia, karena dapat mengiritasi alergi dan asma.
3. Untuk mengelola gejala sinus dan alergi, gunakan antihistamin, dekongestan dan obat anti inflamasi. Dokter biasanya juga akan meresepkan obat anti-inflamasi dan bronkodilator jika Anda memiliki asma.










































