"Ada (pria yang tidak mampu merasakan kenikmatan orgasme), tapi frekuensinya amat sedikit dibandingkan dengan gangguan orgasme pada wanita," jelas Dr Andri Wanananda MS, seksolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta, dalam tulisannya seperti dikutip Jumat (6/1/2012).
Gangguan orgasme pada pria adalah terhambatnya atau tidak tercapainya orgasme yang bersifat persisten atau berulang, setelah memasuki fase rangsangan (Excitement Phase) selama melakukan aktivitas seksual (Pangkahila W., 2005).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa penyebabnya?
Gangguan orgasme pada pria disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:
- Faktor fisik berupa penyakit susunan saraf pusat, yaitu multiple sclerosis, Parkinson, Huntington’s Chorea, dan lumbar sympathectomy.
- Faktor obat yaitu tricyclic antidepressants, monoamine oxidase inhibitors.
- Faktor psikis yaitu kecemasan, perasaan takut menghamili dan kejemuan terhadap pasangan.
"Untuk mengatasi hambatan orgasme karena penyakit, penyebabnya harus diatasi dulu, sedangkan untuk mengatasi penggunaan obat yang menjadi penyebab, obat-obat tersebut harus dihentikan, dan untuk mengatasi hambatan orgasme karena penyebab psikis, diperlukan behavioral therapy," tutup Dr Andri.
(mer/ir)










































