Teror Implan Payudara Beracun Tidak Sampai Indonesia

Teror Implan Payudara Beracun Tidak Sampai Indonesia

- detikHealth
Senin, 09 Jan 2012 15:55 WIB
Teror Implan Payudara Beracun Tidak Sampai Indonesia
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Eropa dan Amerika tengah diguncang teror implan payudara beracun yang bisa memicu kanker. Gara-gara 'sumpalan' untuk payudara tersebut negara-negara tersebut jadi repot dibuatnya. Beruntung, Indonesia tidak ikut diguncang, karena implan murahan buatan Prancis tersebut jarang dipakai para dokter bedah plastik di tanah air.

Kandungan racun dalam implan berbahan silikon dengan merek Poly Implant Prostheses (PIP) tersebut memaksa puluhan ribu penggunanya di banyak negara untuk membongkar payudara palsunya. Beberapa negara bahkan menggratiskan ongkos untuk melepasnya.

Namun kehebohan serupa tidak terjadi di Indonesia, yang memang bukan termasuk pasar utama penjualan produk implan payudara PIP. Menurut dr Budiman, SpBP dari Perhimpunan Ahli Bedah Plastik Indonesia (PERAPI), implan buatan Prancis jarang dipakai di Indonesia.

"Sejauh yang saya tahu, tidak ada dokter kita yang memakai implan buatan Prancis. Kebanyakan memakai produk Amerika antara lain Mentor dan Allergan. Selama puluhan tahun aman-aman saja kok," kata dr Budiman saat dihubungi detikHealth, Senin (9/1/2012).

Secara umum, dr Budiman menilai pemakaian implan payudara jauh lebih aman dibandingkan silikon cair atau gel yang disuntikkan langsung ke payudara atau bagian tubuh yang lain. Implan payudara memiliki pembungkus yang mencegah kebocoran silikon hingga menyebar ke jaringan di sekitarnya.

Terkait risiko kanker, dr Budiman tidak berani berkomentar karena ia sendiri tidak memakai produk tersebut. Namun terkait kemungkinan bocor atau pecah, ia menilai risikonya sangat kecil kecuali dalam kondisi ekstrem misalnya tertusuk pisau.

Risiko yang lebih dijadikan pertimbangan oleh para dokter bedah plastik dalam memilih produk implan payudara adalah jenis kemasan atau pembungkus silikon yang digunakan. Jenis kemasan tertentu bisa menyebabkan terbentuknya semacam benjolan yang merusak penampilan.

Ada 2 jenis pembungkus implan silikon yang tersedia, yakni kemasan yang memiliki permukaan licin dan yang tekstural atau agak kasar. Pembungkus yang tekstural lebih aman karena pembungkus yang licin lebih rentan memicu terbentuknya kapsul yang mengubah bentuk payudara.

Pendapat serupa juga disampaiklan oleh ahli bedah plastik dari RS Cipto Mangunkusumo, dr R Aditya Wardhana, SpBP. Menurutnya tidak ada yang perlu ditakutkan dari implan payudara karena dokter-dokter di Indonesia hanya memakai produk yang telah disetujui badan pengawasan obat dan makanan dunia.

"Sejauh ini kita pakai implan payudara yang disetujui FDA dan Uni Eropa. Kalau bermasalah di kemudian hari, mereka dari pihak pembuat dan juga badan-badan pengawasan obat dan makanan dunia akan keluarkan warning. Sejauh ini belum ada," tulis dr Aditya dalam emailnya untuk detikHealth.



(up/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads