Kemo Pasien Leukemia Bisa Sebabkan Kekambuhan

Kemo Pasien Leukemia Bisa Sebabkan Kekambuhan

- detikHealth
Kamis, 12 Jan 2012 13:00 WIB
Kemo Pasien Leukemia Bisa Sebabkan Kekambuhan
(Foto: thinkstock)
Jakarta - Obat kemoterapi, merupakan garis pertahanan pertama untuk leukemia dewasa. Namun kemoterapi diduga bisa membuat penyakit pasien kambuh lagi dalam 5 tahun tapi jika tidak kemoterapi pasien leukemia myeloid akut (AML) bisa meninggal dalam beberapa bulan.

Penelitian tersebut dilakukan oleh para peneliti dari Washington University School of Medicine di St. Louis. Para peneliti mengambil sampel dari delapan pasien yang didiagnosa dengan leukemia myeloid akut (AML). Pasien dengan AML yang tidak menerima kemoterapi biasanya meninggal dalam beberapa bulan.

Tetapi dari pasien yang menerima pengobatan kemoterapi dan mengikuti perawatan, sekitar 80 persen kambuh dan meninggal dalam 5 tahun setelahnya. Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan secara online dalam Nature edisi 12 Januari 2012.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencoba memahami penyebab kekambuhan AML," kata Dr. Timothy Ley seperti dilansir dari FoxNewsHealth, Kamis (12/1/2012).

Tim peneliti telah melakukan sekuensing genom, yaitu membangun urutan DNA lengkap dari genom seseorang. Sequencing genom dilakukan pada 3 pasien yang berbeda, yaitu genom sehat normal, genom setelah pasien didiagnosa dengan leukemia, dan genom setelah pasien menerima obat kemoterapi, dan akhirnya kambuh.

Para peneliti melakukan sequencing genom dari sel-sel kanker masing-masing hampir 600 kali. Para peneliti akhirnya mampu menciptakan timeline bagaimana sel-sel bermutasi selama diagnosa.

"Tumor yang sama selalu datang kembali. Setiap kali tumor datang kembali, biasanya punya beberapa mutasi baru tetapi bukan dalam jumlah besar. Sebagian kecil tumor mungkin dapat kembali dan menjadi resisten terhadap pengobatan," kata Dr. Ley.

Dalam rangka memerangi AML, obat kemoterapi menyebabkan kerusakan pada DNA sel kanker baik dan sehat. Para peneliti menemukan bahwa, dari mutasi baru yang muncul dengan kembalinya kerusakan, DNA tumor banyak yang terkandung.

Perubahan ini, yang dikenal sebagai transversi, jauh lebih tinggi pada pasien yang kambuh dibandingkan dengan tumor yang asli. Obat kemoterapi yang diterima pasien untuk memerangi kanker sangat mungkin menyebabkan kekambuhan. Temuan lain dari tim utama adalah bahwa ada perbedaan pola evolusi dari sel-sel kanker terkait dengan kekambuhan AML.

"Beberapa tumor benar-benar hanya memiliki satu populasi besar sel tumor. Lainnya memiliki satu besar tunggal dan yang kecil yang berasal dari subclones. Beberapa dari subclones dihilangkan dengan terapi tetapi kadang-kadang satu yang sangat kecil akan menjadi salah satu yang akan kambuh dan mematikan," kata Dr. Ley.

Obat-obat kemoterapi tidak mampu untuk membunuh klon pendiri yang membentuk tumor asli dan semua pasien akan kambuh. Sedangkan hasil penelitian mereka cukup mengejutkan, Dr. Ley tidak ingin pasien berhenti mencari pengobatan kemoterapi.

"Tanpa kemoterapi awal, semua pasien akan meninggal dalam beberapa bulan. Jadi terapi yang digunakan, sejauh ini masih cukup membantu meskipun memiliki masalah. Tetapi perlu untuk memperbaikinya karena terapi tersebut berkontribusi terhadap kekambuhan," kata Dr. Ley.


(del/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads