Ini Bedanya Osteoporosis dan Perkapuran

Ini Bedanya Osteoporosis dan Perkapuran

- detikHealth
Jumat, 13 Jan 2012 14:33 WIB
Ini Bedanya Osteoporosis dan Perkapuran
(Foto: thinkstock)
Jakarta - Selama ini banyak masyarakat yang salah persepsi mengenai kondisi osteoporosis (pengeroposan tulang) dan perkapuran (osteoartritis). Padahal kedua kondisi adalah 2 hal yang sangat berbeda. Apa saja bedanya?

"Osteoporosis dan perkapuran adalah 2 hal yang sangat berbeda, seperti halnya sakit lever dan sakit ginjal, itu kan berbeda," ujar dr Andre Pontoh, SpOT disela-sela acara 2nd Annual Scientific Meeting of The Indonesia Hip and Knee Soiety (IHKS) di Hotel Gran Melia, Jakarta, Jumat (13/1/2012).

dr Andre menuturkan perbedaan osteoporosis (pengeroposan tulang) dan perkapuran (osteoartritis):

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Oteoporosis adalah pengeroposan tulang atau adanya kelainan pada tulang dan benar obatnya susu. Sedangkan perkapuran atau osteoatritis adalah kelainan pada sendi dan obatnya bukan susu.

2. Pasien osteoporosis tidak pernah akan mengeluh sakit, jadi kalau ia mengeluh sakit itu bukan osteoporosis kecuali ia mengalami patah tulang. Kalau tidak ada patah tulang maka ia tidak akan mengeluh.

3. Tapi kalau perkapuran maka ia akan selalu merasakan sakit karena sendi-sendi tersebut bergerak. Pengobatannya tidak semua harus dioperasi karena dilihat dulu tahapan-tahapannya bisa saja hanya dengan mengubah gaya hidupnya.

4. Perkapuran ini bisa dimulai sejak usia 20 tahun dan itu memang normal karena termasuk proses degenerasi, hanya masalahnya ada yang ringan hingga berat dan menimbulkan keluhan. Beberapa hal bisa memperberat perkapuran misalnya banyak naik turun tangga, sering memakai high heels untuk wanita atau sering squat jump.

5. Kondisi osteoporosis ini bisa dicegah dengan mengonsumsi susu sejak dini sehingga depositnya bagus atau dasarnya sudah kuat. Hal ini karena puncak deposit terjadi pada usia 5-35 tahun.

"Jangan sudah nenek-nenek baru disuruh minum susu, ya mana bisa. Ada yang minum susu ini, nenek yang sudah tua bisa tegak lagi, itu tidak mungkin. Karenanya pencegahan yang paling penting," ujar Dr Nicolaas C Budhiparama, SpOT, Ketua Asosiasi Ahli Bedah Lutut dan Panggul Indonesia.

6. Pada perkapuran yang parah atau berat, ia bisa tidak dioperasi tapi harus mengubah gaya hidupnya misal dengan menggunakan sepatu yang pas, pakai sandal yang bantalannya empuk, menggunakan tongkat atau jika sudah tua menggunakan kursi roda ketika berjalan-jalan.

7. Perkapuran bisa dimulai sejak usia 20 tahun dan itu adalah hal yang normal karena termasuk proses degeneratif (penuaan), hanya masalahnya ada yang ringan hingga berat dan menimbulkan keluhan. Beberapa hal bisa memperberat perkapuran misalnya banyak naik turun tangga, sering memakai high heels untuk wanita atau sering squat jump.

8. Ada kondisi perkapuran tertentu yang membuatnya harus melakukan operasi misalnya operasi ganti sendi (Total Knee Arthroplasty). Rata-rata 1,5 bulan setelah operasi pasien bisa jalan seperti biasa asal program rehabilitasinya berjalan dengan baik dan sebelumnya ia harus pakai tongkat dan fisioterapi.


(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads