Merebaknya malaria di desa Hargotirto, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta tentu saja membuat dinas kesehatan setempat cukup waswas. Tercatat sebanyak 43 warga telah terserang malaria sejak awal bulan Januari 2012.
Kasus malaria di Pulau Jawa secara keseluruhan sebenarnya telah sangat berkurang sejak tahun 2003. Namun merebaknya kembali malaria di Kulonprogo tentu sedikit merisaukan pencapaian target Indonesia bebas malaria tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam peninjauan ke daerah epidemi di Kulonprogo, Sabtu (14/1/2012), Kementerian Kesehatan juga menyerahkan bantuan berupa 200 buah kelambu, 200 buah alat diagnosis malaria yang disebut RDT (Rapid Diagnostic Test), dan 350 insektisida.
"Kementerian Kesehatan memiliki tiga program untuk menanggulangi wabah malaria, yaitu penanggulangan kepada orang, penangulangan kepada nyamuk, dan yang paling sulit adalah penanggulangan kepada lingkungan," kata Dr Tjandra Yoga.
Dr Tjandra Yoga juga mengaku salut atas kesigapan dan kerjasama warga sehingga sebanyak 43 kasus malaria yang terdiagnosis dapat ditangani dengan baik dan tidak menimbulkan korban jiwa.
Secara geografis, desa Hargotirto, Kulonprogo yang menjadi daerah epidemi malaria berbatasan langsung dengan Kabutapen Purwerejo Jawa Tengah. Karenanya Dr Tjandra Yoga juga meminta Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah untuk melakukan koordinasi lintas provinsi antara 2 kecamatan yang berbatasan.










































