"Ada sekitar 350 lebih kabupaten/kota yang mendapatkan dana alokasi khusus, yang tujuannya untuk membantu pelaksanaan program KB di kabupaten/kota," tutur DR. Dr. Sugiri Syarief,MPA, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) saat ditemui di PT Inco, Soroako, Sulawesi Selatan, Sabtu (21/01/2012).
Menurut Sugiri, hingga sekarang ini, DAK sangat membantu sekali untuk daerah kabupaten/kota, karena dapat untuk membeli mobil unit penerangan (mupen), mobil unit pelayanan, sepeda motor PLKB (petugas lapangan KB) dan alat-alat keperluan KB lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena kabupaten Morowali termasuk dalam 3 kabupaten di Sulawesi Tengah yang merupakan daerah kepulauan, yang menjadi kendala untuk program KB adalah tidak adanya fasilitas speed boat untuk para PLKB agar bisa menempuh desa-desa yang tersebar di pulau-pulau kecil.
"Kita memahami kebutuhan itu, kalau memang itu (speed boat) dibutuhkan untuk kabupaten/kota yang kepulauan, tidak ada masalah. Cuma kami punya pengalaman, dulu pernah punya tahun 90-an, yang menjadi masalah adalah pemeliharaanya. Kami boleh-boleh saja, tapi mengingatkan bahwa pemeliharaannya itu cukup mahal. Kalau pemerintah kabupaten/kota mau kita tidak masalah, tapi kita mengingatkan saja," jelas Sugiri.
Program untuk daerah tertinggal, terpencil dan perbatasan (galcitas) sendiri, Sugiri menjelaskan bahwa tetap melanjutkan program-program yang sudah ada sebelumnya, serta yang terbaru akan mendorong generasi muda untuk lebih mengemuka dan juga vitalisasi posyandu.











































