Menurut sebuah penelitian terbaru oleh psikolog evolusi di University of Michigan dan Albright College di Pennsylvania, kecenderungan untuk jatuh tertidur setelah berhubungan seks berkaitan dengan keinginan pasangan akan rasa kasih sayang yang lebih besar.
"Semakin sering pasangan jatuh tertidur setelah berhubungan seks, semakin kuat komitmen di antara keduanya," kata Daniel Kruger, peneliti dari University of Michigan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peserta yang pasangannya segera tertidur setelah bercinta memiliki keinginan yang kuat untuk berpelukan dan mengobrol setelah bercinta.
"Jatuh tertidur mendahului pasangannya mungkin adalah cara untuk menutup percakapan setelah berhubungan seks tanpa disadari," kata rekan penulis Susan Hughes, profesor psikologi di Albright College seperti dilansir ScienceDaily, Selasa (24/1/2012).
Penelitian ini juga melihat manakah yang lebih mungkin tertidur lebih dulu, apakah pria atau wanita. Meskipun menurut stereotip, pria lah yang lebih dulu tertidur setelah bercinta, para peneliti tidak menemukan bahwa pria lebih sering jatuh tertidur setelah bercinta. Namun, perempuan lebih mungkin jatuh tertidur ketika seks tidak terjadi.
"Mungkin laki-laki tetap terjaga lebih lama karena ingin menjaga pasangannya, memastikan sang wanita tidak meninggalkannya untuk pria lain. Pria juga mungkin tetap terjaga lebih lama sebagai upaya untuk menarik perhatian pasangannya," kata Hughes.
(pah/ir)











































