Di seluruh dunia termasuk Asia yang merupakan habitat asli ular berbisa ini, Russell's Pit Viper menewaskan ribuan orang setiap tahunnya. Karena racunnya sangat kuat, maka begitu sudah menyebar ke peredaran darah maka korbannya akan sulit diselamatkan.
Sebuah penelitian terbaru yang dimuat di Jurnal Lancet mengungkap, kalaupun ada korban selamat maka efek racun ular ini tetap tidak bisa dianggap sepele. Menurut penelitian tersebut, korban selamat dari gigitan Russell's Pit Viper akan mengalami masalah dengan pubertas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada laki-laki, rambut-rambut halus di sekitar kemaluan serta kumis dan jenggot akan menghilang. Sedangkan pada perempuan, lekuk-lekuk tubuh serta payudara yang menonjol akan kembali rata seperti pada masa ketika korban belum memasuki masa puber.
Kondisi ini terjadi karena pada dosis tertentu, bisa Russell's Pit Viper dapat mengakibatkan gagal ginjal dan perdarahan yang menyeluruh. Dampaknya akan mempengaruhi kelenjar pituitary, kelenjar yang hanya sebesar kacang namun berfungsi menghasilkan hormon seks dan dibutuhkan selama masa puber.
Gejala lain yang paling sering muncul pada gigitan Russell's Pit Viper adalah nyeri dan luka melepuh di sekitar area gigitan, serta anjloknya tekanan darah dan denyut nadi. Beberapa korban gigitan juga mengalami mual muntah serta pembengkakan di wajah.
Ular berbisa yang banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara ini pada dasarnya cukup jinak, namun bisa sangat agresif jika merasa terancam. Saat marah, ular ini akan melipat tubuhnya membentuk huruf S dan mengeluarkan desisan yang dikatakan paling keras dibanding ular lainnya.
Tempat yang paling disukai oleh ular ini adalah area terbuka dan banyak rerumputan dan kadang tidak segan terlibat kontak dengan manusia di lahan pertanian. Dikutip dari Dailymail, Rabu (25/1/2012), makanan utama ular ini adalah tikus, bajing dan kadal.










































