Hubungan antara risiko pikun dengan ukuran lingkar pinggang serta berat badan terungkap dalam sebuah penelitian di jurnal Neurology edisi terbaru. Makin besar lingkar pinggang dan berat badan seorang pengidap HIV, maka risikonya lebih besar untuki cepat pikun.
"Temuan ini penting sekali karena beberapa jenis obat HIV bisa memicu kegemukan di bagian tertentu seperti perut, leher, dada dan bahu," kata J Allen McCutchan, MD, MSc yang memimpin penelitian itu seperti dikutip dari Medindia, Jumat (17/2/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dari hasil pemeriksaan, 40 persen partisipan mengalami gejala penurunan fungsi otak ringan atau Neuro Cognitive impairment (NCI). Gangguan ini merupakan salah satu faktor risiko untuk mengalami kepikunan pada usia yang lebih mudah dibandingkan usia rata-rata pada orang sehat.
Saat dibandingkan dengan ukuran lingkar pinggangnya, risiko NCI teramati lebih besar pada partisipan berperut buncit. Partisipan yang didiagnosis NCI memiliki lingkar pinggang rata-rata 99 cm, sementara yang tidak mengalami masalah dengan otak rata-rata cuma 88 cm.
Selain berhubungan dengan lingkar pinggang, risiko pikun dalam penelitian ini juga berhubungan dengan risiko diabetes. Partisipan yang mengalami gejala pikun rata-rata 5 kali lebih rentan mengalami masalah dengan gula darah atau mengidap diabetes.










































