Senin, 20 Feb 2012 16:31 WIB

Ini Bedanya Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

Meski sama-sama berhubungan dengan kelebihan gula di dalam darah, diabetes tipe 1 dan 2 punya beberapa perbedaan yang sangat mendasar. Penyebabnya sangat berbeda, pengobatan dan cara pencegahannya juga tidak bisa disamakan begitu saja. Akan tetapi yang perlu disadari baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2 sama sama berpotensi mengalami gangguan komplikasi apabila tidak diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan vitamin B12 yang mencukupi.

Vitamin B12 diperlukan untuk menjaga sistem saraf dan sel-sel darah yang sehat. Sayangnya, tubuh tidak bisa menghasilkan vitamin B12 secara alami. Sehingga cara terbaik untuk mendapatkan vitamin B12 adalah melalui asupan makanan yang bergizi serta dengan mengonsumsi suplemen vitamin neurotropik. Salah satu produk yang bisa Anda jadikan pilihan adalah NEUROBION Forte.

Diproduksi oleh PT. Merck, Tbk untuk P&G Health. Baca aturan pakai, Bila gejala berlanjut – hubungi dokter Reg. No. DBL7215806416B1Diproduksi oleh PT. Merck, Tbk untuk P&G Health. Baca aturan pakai, Bila gejala berlanjut – hubungi dokter Reg. No. DBL7215806416B1 Foto: Neurobion

NEUROBION Forte merupakan suplemen vitamin neurotropik yang terdiri dari vitamin B1 (100 mg), B6 (100 mg), dan B12 (5000 mcg) . Neurobion Forte memiliki formula original untuk pengobatan neuropati dengan gejala seperti kebas dan kesemutan karena kekurangan vitamin neurotropik. Minum 1 tablet per hari atau sesuai petunjuk dokter.

Dengan persamaan potensi mengalami gangguan komplikasi apabila tidak diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan vitamin B12 yang mencukupi tersebut, terdapat pula perbedaan antara Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2. Perbedaan pertama terletak pada usia pasien saat pertama kali didiagnosis. Diabetes tipe 1 lebih banyak menyerang pasien di bawah umur 20 tahun sehingga sering disebut juvenile onset, sebaliknya tipe 2 menyerang usia 35 tahun ke atas atau disebut adult onset.



Penggunaan istilah juvenile onset dan adult onset saat ini sudah dihilangkan, sebab pada kenyataannya diabetes tipe 1 dan 2 bisa menyerang usia berapapun. Hanya saja, kecenderungannya masih sama yakni tipe satu lebih banyak menyerang di usia muda dan tipe 2 di usia tua.

Selanjutnya adalah postur dan perawakan pengidapnya. Pasien diabetes tipe 1 umumnya memiliki perawakan kurus, sedangkan diabetes tipe 2 lebih banyak menyerang orang-orang bertubuh besar yang dikategorikan kelebihan berat badan (overweight) maupun obesitas.

Diabetes tipe 1 dan 2 juga dibedakan berdasarkan penyebabnya. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh kerusakan pankreas sehingga produksi insulin berkurang, sementara tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin dalam arti insulinnya cukup tetapi tidak bekerja dengan baik dalam mengontrol kadar gula darah.

Karena penyebabnya berbeda, pengobatan kedua tipe diabetes ini juga tidak sama. Pengidap diabetes tipe 1 membutuhkan insulin dalam bentuk suntikan maupun pompa insulin sedangkan pasien diabetes tipe 2 cukup mengonsumsi obat oral atau obat telan.

Diabetes tipe 1 susah diprediksi dan dicegah, sebab merupakan kelainan genetik yang dibawa sejak lahir. Lain halnya dengan diabetes tipe 2 yang sangat bisa dicegah, karena biasanya menyerang orang-orang dengan pola makan tidak sehat dan jarang berolahraga.

Dilihat dari perbandingan jumlah kasus, diabetes tipe 1 mencakup 10-15 persen dari jumlah seluruh pengidap diabetes. Dikutip dari ABC News, Senin (20/2/2012), jumlah kasus diabetes tipe 2 terutama di negara maju dan berkembang mencapai 85-90 persen dari seluruh pengidap diabetes semua tipe.

(up/ir)