Senin, 27 Feb 2012 10:20 WIB

Kini, Sel Telur Wanita Bisa Dibikin Tak Terbatas di Laboratorium

- detikHealth
(Foto: thinkstock)
Jakarta - Kesuburan wanita akan menurun seiring pertambahan usianya. Jumlah sel telur secara bertahap berkurang jumlah dan kualitasnya hingga wanita mencapai menopause. Namun para ahli Inggris menemukan metode yang dapat membuat wanita menghasilkan sel telur dalam jumlah yang tak terbatas.

Para akademisi yang dipimpin oleh Dr Jonathan Tilly dari Massachusetts General Hospital berhasil mengidentifikasi dan mengekstrak sel induk yang dapat berubah menjadi telur yang belum matang. Sel induk ini mengandung protein unik yang disebut DDX4. Di laboratorium, protein ini secara spontan dapat berubah menjadi telur yang belum matang atau disebut oosit.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine ini menggunakan jaringan ovarium yang dicangkokkan ke tikus. Sel-sel oosit ini bisa berubah menjadi sel telur matang. Para peneliti juga menemukan bahwa sel telur yang matang ini kemudian dapat dibuahi dengan sperma untuk menghasilkan embrio.

"Penelitian kami membuka pintu bagi pengembangan teknologi untuk mengatasi ketidaksuburan pada wanita yang belum pernah terjadi sebelumnya. Teknologi ini bahkan dapat menunda kerusakan ovarium. Saya berpikir penemuan ini akan memperbesar kemungkinan bahwa suatu saat nanti kami bisa membuat sel telur manusia tersedia dalam jumlah yang tak terbatas," kata Dr Tilly seperti dilansir The Telegraph, Senin (27/2/2012).

"Penemuan ini membuka harapan untuk mempertahankan kesuburan wanita yang menjalani pengobatan kanker, atau bagi perempuan yang menderita kemandulan dengan mengekstraksi sel-sel induknya dan membuat sel telur baru di laboratorium," kata Dr Allan Pacey, pakar kesuburan pria di Universitas Sheffield.

Stuart Lavery, seorang konsultan ginekolog dan spesialis bayi tabung di Hammersmith Hospital, London, menggambarkan penemuan ini sangat berpotensi untuk diteliti lebih lanjut. Namun, ia juga memperingatkan bahwa masih ada banyak hal yang harus dilakukan agar metode ini dapat menerapkan pada manusia.

"Jika penelitian ini terbukti dapat diterapkan, akan membatalkan satu asumsi terbesar dalam proses reproduksi manusia yang menyatakan bahwa sel reproduksi wanita tidak dapat diperbarui seperti halnya pada pria," kata Lavery.



(pah/ir)